Menurut Gembong, Walikota Semarang Hendrar Prihadi merupakan sosok yang bisa menjadi solusi persoalan yang ada di Jakarta.
Dia menyebut, permasalahan yang ada di Semarang sama dengan di Jakarta. Hanya saja berbeda cakupan luasan wilayahnya saja.
"Sharing tentang persoalan Jakarta dan Semarang. Salah satunya penangan banjir dan rob," katanya.
Gembong juga mendengar cara Hendrar Prihadi berhasil dalam menata kawasan Kota Lama Semarang. UMKM di Kota Semarang juga dinilai berhasil tumbuh bangkit paska pandemi.
"Kita anggap dia sukses membangun daerahnya," katanya.
Pihaknya juga menyampaikan hal yang sama tentang kondisi Jakarta tak jauh beda dengan Semarang.
Bahwa apa yang dia sampaikan kepada Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, agar tidak kaget dengan kondisi Jakarta.
"Saya sampaikan persolan Jakarta gini lho, jadi jangan kaget dengan persoalan Jakarta," katanya.
Gembong juga menerangkan, bagaimanapun posisi sebagai gubernur DKI Jakarta adalah prestis dan punya banyak keuntungan.
Terutama Terkait besarnya kewenangan yang dimiliki gubernur DKI dibandingkan dengan jabatan kepala daerah lainnya.
"Kewenangan (gubernur) Jakarta besar. Hirarki gubernur Jakarta itu satu garis komando, dibandingkan Jawa tengah. Dia bisa angkat pejabat RT," jelasnya.
Sementara itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi atas kunjungan rombongan Fraksi PDIP DKI Jakarta ke kantornya.
"Senior saya fraksi PDIP DKI Jakarta, kita sharing beberapa hal," katanya.
Terkait peluang akan ditarik sebagai kandidat Cagub DKI Jakarta pada Pemilu 2024, Hendi, sapaan Walikota Semarang mengaku hanya petugas partai.
"Itu wilayah pimpinan partai, kalau saya memang ditugaskan ya jalani. Jadi walikota ya jalani," katanya.
Hingga saat ini belum ada kabar resmi apakah benar Hendar Prihadi akan ditarik ke Jakarta untuk menempati LKPP atau berlanjut ke rekomendasi untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
Dr. Hendrar Prihadi, S.E., M.M. atau Hendi lahir 30 Maret 1971, adalah Wali Kota Semarang yang menjabat sejak 17 Februari 2016.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Semarang periode 2013-2015 dan Wakil Wali Kota periode 2010-2013.
Kemudian terpilih kembali sebagai incumbent untuk dua periode pada 2016-2021 dan 2021-2026 yang berpasangan dengan wakilnya Hevearita Gunaryanti Rahayu.