Mohammad Ichsan Walikota Semarang Pertama: Mirip Intel, Penuh Rahasia Kisah Hidupnya dan Pegang Banyak Jabatan Penting

Semarang

Sabtu, 17 Desember 2022 | 14:20 WIB
Mohammad Ichsan Walikota Semarang Pertama: Mirip Intel, Penuh Rahasia Kisah Hidupnya dan Pegang Banyak Jabatan Penting
Pameran Dokumentasi Arsip Walikota Semarang pertama Mohammad Ichsan di Oudetrap Kota Lama. (Semarang.suara.com)

"Di Jakarta terjadi perundingan antara Sekutu dengan Sjahrir CS, Inggris mempertanyakan siapa penanggungjawab RI di Kota Semarang, Jakarta bingung, namun segera menunjuk Ichsan yang memang berada di dalam kota Semarang," jelasa Oscar Motulloh.

Kota Semarang saat itu memiliki posisi strategis dan penting, saat kedatangn Sekutu (Inggris) untuk melucuti senjata tentara Jepang yang kalah di Perang Dunia ke 2.

Namun Sekutu disusupi pasuakan Belanda NICA yang ingin kembali berambisi mengkolonialisasi Indonesia. Mereka mendarat di tiga pelabuhan besar, Semarang, Tanjung Priok dan Surabaya.

Seketika perlawan rakyat kembali berkobar di Semarang. Terjadi pertempuran lima hari Semarang dan peristiwan Palagan Ambarawa.

Firman Ichsan kemudian mengisahkan ayahnya memilih kehidupan politik, dimana awalnya bersahabat dengan tokoh pergerakan mahasiswa Indonesia di Belanda bernama Slamet Faiman, yang saat itu menentang fasisme NAZI.

Persahabatan Mohammad Ichsan dengan Slamet Faiman bermula di gladak kapal SS Johan de Witt (kapal penumpang anyar Hindia Belanda). Dari situ, Mohamamd Ichsan mendapat pondasi menetapkan arah politiknya, berada di jalur ideologi sebagai seorang nasionalis.

Slamet Faiman, saat itu bertugas di kapal bercerobong ganda, dengan panjang 159,4 meter. Dia juga aktivis pererakan buruh di Rotterdam.

Pelayaran yang tengah Ichsan jalani merupakan upaya mengikuti jejak kakak semata wayangnya Djoenadi yang sudah duluan menuntut ilmu di Belanda.

Firman Ichsan memiliki kenangan kisah dari ayahnya yang paling menarik dan kerap sekali diceritakan kepadanya yaitu mengenai Kota Semarang, yang telah mengubah jalan hidupnya.

baca juga

Walau masa jabatannya tak berlangsung lama namun Mohammad Ichsan merasa Kota Semarang telah membuatnya terlahir kembali (sebagai orang Indonesia). Ia mengagumi rakyat Semarang yang menolak mendapatkan beras jatah Inggris dan menginginkan beras republik.

"Cerita para pemuda pemudi yang menjadi kuris dari Front Barat Semarang yang gagah berani, diucapkan dengan nada kekaguman. Sert kepercayaan yang diberikan para pemimpin Republik untuk memimpin kota yang dicintainya," kata Firman.

Firman Ichsan dalam pameran tersebut juga menyerahkan dokumen-dokumen yang disimpan almarhum semasa semasa revolusi kepada negara. Arsip penting itu diserahkan kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang pada 10 Desember 2022.

Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita bersama Firman Ichsan di pameran dokumentasi arsip Mohammad Ichsan Ode Untuk Ayah, Ode for a Father di Oudetrap Kota Lama. [Semarang.suara.com]
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita bersama Firman Ichsan di pameran dokumentasi arsip Mohammad Ichsan Ode Untuk Ayah, Ode for a Father di Oudetrap Kota Lama. (sumber: Semarang.suara.com)

Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita mengucapkan terimakasih atas dokumen dan arsip tentang Mohammad Ichsan kepada Pemkot Semarang.

"Ini dokumen luar biasa dari Mr Moh Ichsan awaalnya kita tidak tahu sejarahnya, selain sebagai walikota juga tokoh nasional, meungkin banyak orang yang belum tahu," kata Mbak Ita.

Mbak Ita pun akhirya memahami ternyata selain sebagai walikota Semarang juga pernah menjadi duta besar Indonesia untuk Thailand, Vietnam dan Kamboja.

Di ketahui, malam dari Mohammad Ichsan disemayamkaan di Jakarta tepatnya di TPU Jeruk Purut. Ia meninggal dunia pada tahun 1991, atau 31 tahun yang lalu.

"Seperti terbangun kita, ternyata beliau juga tokoh penting pernah bersama Pak Sukarno, Ali Alatas, Soepardjo Rustam dan lainnya," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa penyerahan dokumen dan arsip Mohammad Ichsan sebenarnya sudah lama diagendakan.

Pemkot Semarang akhirnya terealisasi untuk menyusun sejarah menjadi telling story tentang Kota Semarang salah satunya Mohammad Ichsan.

"Kami akan menyediakan juga tempat khusus karena ada banyak medali kehormatan yang disematkan ke beliau," katanya.

Dalam pameran tersebut,  juga banyak dokumen arsip penting yang dipamerkan seperti SK Pengankatan Walikota Semarang, gaji honor pertama, SK sebagai Sekreatis Negara, Dubes, hingga tanda jasa sebagai pendiri dan pembina klub PSIS Semarang dari PSSI. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

GIIAS Semarang 2022 Ajang Adu Inovasi Teknologi Sembilan ATPM, HTM Tiket Mulai Rp 5 Ribu

GIIAS Semarang 2022 Ajang Adu Inovasi Teknologi Sembilan ATPM, HTM Tiket Mulai Rp 5 Ribu

Semarang | Rabu, 16 November 2022 | 21:59 WIB

Cara Mbak Ita Jaga Stabilitas Harga Bahan Pangan Kota Semarang, Operasi Pasar di 7 Kelurahan

Cara Mbak Ita Jaga Stabilitas Harga Bahan Pangan Kota Semarang, Operasi Pasar di 7 Kelurahan

Semarang | Minggu, 13 November 2022 | 21:47 WIB

Diduga Biang Keladi Banjir, Satpol PP Sidak Bangunan Ilegal, Galian C, Perumahan di Semarang Bagian Atas

Diduga Biang Keladi Banjir, Satpol PP Sidak Bangunan Ilegal, Galian C, Perumahan di Semarang Bagian Atas

Semarang | Sabtu, 12 November 2022 | 22:24 WIB

Terkini

Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional

Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:48 WIB

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:47 WIB

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:46 WIB

Sesi Sambutan di Acara Resmi, Warisan Feodal yang Dianggap Normal

Sesi Sambutan di Acara Resmi, Warisan Feodal yang Dianggap Normal

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:44 WIB

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:41 WIB

Lina Mukherjee Kena Body Shaming Bekas Luka Caesar, Amanda Manopo Kasih Pembelaan Begini

Lina Mukherjee Kena Body Shaming Bekas Luka Caesar, Amanda Manopo Kasih Pembelaan Begini

Entertainment | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:38 WIB

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:37 WIB

Di Tiongkok Guru Setara Dokter, di Indonesia Guru Honorer Dijerat Judi Online: Ada Apa?

Di Tiongkok Guru Setara Dokter, di Indonesia Guru Honorer Dijerat Judi Online: Ada Apa?

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:35 WIB

Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?

Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:34 WIB