SEMARANG SUARA- Berikut ini adalah contoh naskah teks pidato atau ceramah kultum (kuliah tujuh menit) Ramadhan 1444 H/2023 hari ke 4 berjudul "10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan".
Ceramah atau pidato kultum Ramadhan biasanya diselanggarakan setelah sholat subuh berjamaah di masjid atau menjelang berbuka puasa.
Contoh naskah teks pidato kultum Ramadhan 1444 H/2023 yang tersaji pada artikel berikut ini bisa dijadikan sebagai referensi bagi anda yang hendak mengisi kultum Ramadhan.
Melansir dari laman bersama dakwah berikut kami sajikan contoh naskah teks pidato kultum Ramadhan 1444 H/2023 pada hari 4 dengan judul "10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan".
10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan
Mengamalkan sunnah puasa akan menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan sekaligus juga menambah pahalanya. Ini 10 sunnah puasa Ramadhan beserta dalilnya.
Puasa merupakan ibadah istimewa yang pahalanya tidak terbatas. Semakin berkualitas, semakin Allah cinta dan semakin besar pula pahalanya.
Jika ibadah lain pahalanya 10 sampai 700 kali, puasa lebih dari itu. Allah sendiri yang akan menilai puasa dan memberikan pahalanya hingga tak terbatas.
Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya…” (HR. Muslim, An-Nasai, Ad-Darimi, dan Al-Baihaqi)
Baca Juga: Teks Kultum Hari ke 3 Ramadhan 2023 Berjudul Hakikat Ibadah Puasa
Maka, di antara hal yang perlu dilakukan adalah mengamalkan sunnah Ramadhan yang telah Rasulullah ajarkan. Di antaranya 10 sunnah puasa Ramadhan berikut ini:
1. Sahur dan mengakhirkannya
Di antara sunnah puasa Ramadhan yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan adalah makan sahur. Dalam salah satu hadits beliau bersabda:
Makan sahurlah engkau karena makan sahur itu berkah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan hal yang menyebabkan berkahnya sahur adalah karena ia menguatkan orang yang berpuasa, menggiatkan, dan memudahkannya.
Para shahabat yang merupakan generasi pecinta sunnah merupakan para pioner dalam mengamalkan sunnah ini. Amar bin Maimun berkata: