semarang

Mbak Ita Semprot Satpol PP, Dishub dan Disperindag, Pedagang Dugderan Masih Tutupi Jalan: Kok Tidak Sesuai Kesepakatan

Semarang Suara.Com
Rabu, 22 Maret 2023 | 23:25 WIB
Mbak Ita Semprot Satpol PP, Dishub dan Disperindag, Pedagang Dugderan Masih Tutupi Jalan: Kok Tidak Sesuai Kesepakatan
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat Sholat tarawih di Masjid Agung Kauman. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita semprot Satpol PP hingga Dishub dan Disperindag sebab masih beroperasinya pedagang Dugderan di kawasan Alun-alun Johar.

Tradisi pedagang Dugderan sendiri sebenarnya sudah berkahir bersamaan dengan dimulainya awal puasa Ramadhan pada Rabu 22 Maret 2023.

Faktanya, tampak para pedagang dan aktivitas Dugderan masih berlangsung hingga menutup badan jalan sepanjang Jalan Agus Salim dan arah menuju Masjid Agung Kauman Semarang.

Mbak Ita yang datang sebagai jamaah Sholat Tarawih di Masjid Agung Kauman, melihat masih banyaknya pedagang Dugderan yang menutup badan jalan.

Mbak Ita dengan mengenakan gamis warna hitam sebelum memasuki Masjid Agung Kauman melihat situasi akibat pedagang PKL Dugderan masih beroperasi tersebut.

Alhasil, akses masyarakat dan kendaraan menuju arah Masjid Agung Kauman Semarang terhambat dan membuat kepadatan atau macet.

Tiga instansi yakni Satpol PP, Dishub dan Disperindag pun dipertanyakan oleh Mbak Ita. Sebab masih adanya sisa-sisa pedagang Dugderan, apalagi membuat macet kawasan Masjid Agung Kauman.

"Iki pye kok ngene, ora sesuai kesepakatan awal," kata Mbak Ita , saat keluar kendaran menuju Masjid Agung Kauman, Rabu 22 Maret 2023 malam.

Belum jelas apa maksud dari kalimat 'kesepakatan awal' yang diucapkan oleh walikota. 

Baca Juga: Gibran Hadiri Dugderan Semarang, Umumkan Kesepakatan dengan Mbak Ita

Namun jika dilihat dari situasi yang ada, alasan macet dan para pedagang tradisi Dugderan yang seharusnya sudah berakhir, bisa jadi pangkal masalahnya.

Apalagi, sebelumnya Mbak Ita sudah memberikan fasilitas berupa Pasar Penggaron sebagai tempat para pedagang Dugderan untuk ditempati.

Pembenahan Pasar Penggaron berupa fasilitas agar para pedagang lebih nyaman juga lebih representatif untuk dikunjungi pelanggan.

Selain pembenahan Pasar Penggaron, kepada para pedagang, Mbak Ita meminta untuk pindah setelah agenda Dugderan.

“Hal ini tujuannya untuk mensejahterakan para pelaku usaha yang ada di kota Semarang khususnya yang dari pelaku usaha klitikan dan grosir,” kata Mbak Ita.

“Dan ini nanti PR-PRnya mudah-mudahan bisa secepatnya selesai dan diusahakan sebelum puasa sudah diselesaikan. Atau mungkin setelah dugderan bisa pindahan, malah pas waktunya,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI