SUARA SEMARANG - Permintaan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir baru-baru ini untuk melaporkan timnas Thailand ke FIFA memicu diskusi tentang sportifitas dan fair play dalam sepak bola.
Harapannya, laporan Erick Thohir ke badan sepak bola dunia itu menjadi pelajaran bagi tim Thailand, sekaligus menyikapi insiden yang terjadi tahun lalu.
Jika Erick Thohir memilih untuk melanjutkan laporan tersebut, Thailand dapat menghadapi sanksi atau, paling tidak, menarik perhatian atas tindakan mereka terhadap timnas Indonesia.
Seruan itu datang dari warganet menyusul insiden memilukan di mana seorang ofisial Thailand menyerang secara fisik manajer Timnas Indonesia, Sumardji, di saat-saat genting di laga final.
Kejadian ini tidak hanya membuat marah para penggemar, tetapi juga mengingatkan mereka akan tindakan serupa yang dilakukan oleh Timnas Thailand melawan Indonesia di masa lalu.
Dukungan untuk laporan Erick Thohir ke FIFA tidak hanya sekedar serangan baru-baru ini, tetapi juga berasal dari keinginan untuk mengatasi masalah perilaku tidak sportif yang terus-menerus ditampilkan oleh tim Thailand terhadap Indonesia.
Peristiwa ini menjadi pengingat yang gamblang atas laporan tim nasional Thailand sebelumnya terhadap pendukung Indonesia selama Piala AFF tahun lalu.
Meski saat itu Erick Thohir belum menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, namun reputasi Timnas Indonesia sangat terpuruk di kancah internasional.
Oleh karena itu, Erick Thohir diminta untuk menanggapi tindakan Thailand dengan mengajukan laporan serupa ke FIFA, memastikan bahwa hal itu menjadi pelajaran berharga bagi "Gajah Perang".
Meskipun Erick Thohir baru-baru ini memimpin timnas Indonesia meraih kemenangan di pertandingan final, mengamankan medali emas, masih ada pertanyaan apakah FIFA akan menerima laporannya, mengingat insiden tersebut terjadi di turnamen yang tidak disetujui oleh FIFA.
Melihat kembali peristiwa tahun lalu, banyak yang berpendapat bahwa FIFA memperhatikan laporan Thailand.
Lebih lanjut, mengingat kedekatan hubungan Erick Thohir dengan Presiden FIFA, diharapkan ke depan, timnas Indonesia akan dihormati baik di dalam maupun di luar lapangan, memperkuat posisinya di kancah sepak bola internasional.
Sambil menunggu tanggapan FIFA atas laporan Erick Thohir, komunitas sepak bola perlu merenungkan pentingnya fair play, respek, dan sportivitas dalam pertandingan.
Terlepas dari hasilnya, kejadian ini harus menjadi titik balik bagi semua tim, mengingatkan mereka bahwa kemenangan sejati tidak hanya terletak pada memenangkan pertandingan tetapi juga dalam menegakkan prinsip-prinsip yang menjadikan sepak bola sebagai olahraga yang dicintai di seluruh dunia.