SUARA SEMARANG - Konser Slank dalam rangka HUT Kota Semarang yang digelar pada Minggu (21/5/2023) malam di Stadion Diponegoro sempat diwarnai kericuhan.
Di tengah konser Slank, penonton dari luar stadion yang memaksa masuk membuat petugas menembakkan gas air mata.
Akibat insiden tersebut, Slank menghentikan sejenak aksinya hingga rombongan Walikota Semarang dievakuasi dari lokasi konser.
Kronologi kericuhan konser Slank di Semarang
Kericuhan terjadi bermula saat Slank baru saja menyanyikan beberapa lagu.
Penonton di luar stadion Diponegoro memaksa untuk masuk ke dalam area konser saat Kaka dan kawan-kawan menyanyikan lagu Virus.
Karena situasi kurang kondusif, Kaka meminta rekan-rekan satu band-nya mengulang lagu tersebut lantaran terganggu dengan pemandangan itu.
Lalu lalang petugas keamanan yang kerepotan menjaga ketertiban membuat Kaka ikut memberikan imbauan kepada para penonton yang ingin memaksa masuk.
"Yang di luar ngaco menggangu suara yang ada di dalam, yang ada di luar tolong jangan buat kericuhan, suara kita pasti kedengaran kok sampai luar," kata Kaka dari atas panggung.
Baca Juga: GMC Resmikan Warung Gotong Royong, Targetkan 200 Warung Binaan di Jabar
Suasana semakin tidak kondusif sehingga memaksa petugas keamanan melepaskan gas air mata untuk membubarkan penonton yang nekat ingin menembus pagar.
Rombongan Walikota Semarang juga dievakuasi saat terjadi kerusuhan tersebut.
Setelah reda, kericuhan kembali terjadi. Kali ini, terjadi gesekan antarpenonton yang ada di dalam stadion.
Penggebuk drum Slank, Bimbim bahkan sampai marah melihat kejadian tersebut.
Bimbim maju ke depan panggung dan menantang orang yang dinilainya menjadi biang masalah kerusuhan.
Dia juga meminta kepada petugas keamanan agar mengusir keluar penonton berbaju hitam yang menjadi provokator.