SUARA SEMARANG- Berikut ini adalah contoh teks khutbah Jumat singkat dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1444 H/2023 berjudul "Kurban yang Tidak Diterima".
Contoh teks khutbah Jumat singkat dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1444 H/2023 berjudul "Kurban yang Tidak Diterima" yang tersedia pada artikel berikut ini bisa dijadikan referensi bagi khotib khutbah.
Melansir dari laman rumaysho.com berikut kami sajikan contoh teks khutbah Jumat singkat dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1444 H/2023 berjudul "Kurban yang Tidak Diterima"
KURBAN YANG TIDAK DITERIMA
Khutbah Pertama
Amma ba’du …
Ma’asyiral muslimin jama’ah shalat Jumat yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah Ta’ala,
Kita bersyukur pada Allah atas nikmat dan karunia yang telah Allah berikan pada kita. Allah masih memberikan kita nikmat sehat, umur panjang serta nikmat yang begitu besar yaitu berada dalam keadaan iman dan islam. Alhamdulillah, kita telah berada di awal bulan Dzulhijjah, di mana keutamaannya seperti yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai waktu terbaik untuk beramal shalih. Disebutkan dalam hadits,
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satu pun darinya.”[1]
Juga disebutkan dalam riwayat Abu Daud bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan puasa sembilan hari di awal Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa hari Arafah yang menghapuskan dosa selama dua tahun.
Baca Juga: Cara dan Bacaan Niat Solat Idul Adha Lengkap dengan Teks Latin dan Artinya
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar, Nabi agung, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai panutan dan suri tauladan kita, begitu pula pada keluarga dan sahabatnya serta yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.
Ada suatu ibadah yang mulia yang diperintahkan pada bulan Dzulhijjah yaitu ibadah Qurban.
Pada khutbah Jum’at kali ini, kami akan menerangkan mengenai beberapa hal terkait masalah qurban. Moga dengan mengetahuinya qurban kita bisa sesuai dengan tuntunan.
1- Hendaklah qurban tetap dilakukan bagi yang mampu melakukannya
Qurban adalah ibadah yang disunnahkan, dikatakan sunnah muakkad oleh para ulama dan ditujukan bagi yang mampu berqurban. Imam Syafi’i sendiri yang menganggap hukum berqurban itu sunnah dalam hal ini menyatakan bahwa yang mampu jangan sampai meninggalkannya. Beliau rahimahullah berkata,
“Aku tidaklah memberi keringanan untuk meninggalkan berqurban bagi orang yang mampu menunaikannya.”[2]
Qurban ini dilakukan setiap tahunnya, bukan sekali seumur hidup. Jadi, bagi yang memiliki kelebihan rezeki setiap tahunnya, hendaklah berqurban.