SUARA SEMARANG - Erick Thohir disinyalir akan menerapkan sejumlah aturan baru di Liga 2 untuk meningkatkan kualitas.
Setidaknya ada 6 aturan baru yang beredar meski belum mendapatkan persetujuan resmi dari Erick Thohir untuk pelaksanaannya.
Jika melihat enam aturan tersebut, besar kemungkinan akan mendapatkan lampu hijau dari Erick Thohir dan dilaksanakan oleh PT LIB selaku operator.
Salah satu dorongan pada Erick Thohir untuk meningkatkan kualitas Liga 2 adalah minimnya pemain-pemain muda lokal Indonesia yang menembus skuad inti di klub kasta tertinggi.
Selain itu, Erick Thohir juga sudah berkomitmen untuk membuat Timnas lebih kuat, maka salah satu caranya adalah memperkuat kompetisi dan Liga 2 juga menjadi prioritas.
Dari enam aturan yang beredar tersebut, pertama adalah Liga 2 akan dibagi menjadi empat grup dan hal ini senada dengan pembagian grup di Liga 1 sebagaimana yang ditetapkan oleh Erick Thohir.
Selanjutnya, 2 peringkat teratas di masing-masing grup akan lolos ke babak 16 besar kemudian 8 besar dan jika menang lagi menuju babak semifinal dan final.
Jumlah klub yang promosi diusulkan 3 klub. Sementara sebanyak 3 klub di masing-masing grup jadi totalnya 12 klub akan memainkan babak 12 besar dan terbagi dua grup.
Tiga klub terbawah di masing-masing grup akan terdegradasi, jadi jumlah klub degradasi ada 6 klub.
Baca Juga: Kisruh Timnas, Saddil Ramdani Sebut "Pendatang" dan Shin Tae Yong Kehilangan Kontrol Locker Room?
Terkait kuota pemain sebagaimana aturan baru Ketum Erick Thohir di kasta tertinggi, Liga 2 juga diusulkan menggunakan 2 pemain asing, yakni 1 pemain berpaspor bebas dan satu lainnya dari Asia.
Sementara untuk meningkatkan kualitas pemain muda Timnas, maka muncul aturan pemain berusia U-21 wajib main 45 menit. "U-21 wajib main 45 menit," tulis akun instagram boladay.ina.
Dengan pola seperti itu, nampaknya akan memberikan dampak signifikan pada Liga 2 yang diharapkan oleh Erick Thohir lebih kompetitif dan meningkat kualitasnya.
Sejauh ini Erick Thohir sudah mulai menata liga Indonesia dengan sejumlah peraturan baru, mulai dari seleksi wasit yang begitu ketat bekerjasama dengan FIFA dan federasi sepakbola Jepang.
Standardisasi pelatih juga dilakukan dan untuk pelatih-pelatih muda, Erick Thohir akan meningkatkan kualitasnya dengan bekerjasama dengan federasi sepakbola Argentina.***