SUARA SEMARANG - Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi pasang badan atas kritikan yang ditujukan pada pelatih Gilbert Agius.
Tak hanya soal Gilbert Agius, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi juga mengungkapkan target yang harus segera dicapai selain prestasi di kompetisi.
Yoyok Sukawi berharap PSIS Semarang sudah memiliki pelatih yang tepat dengan hadirnya Gilbert Agius saat ini.
Kritikan itu bermula saat Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi mengunggah soal kesiapan klub menjalani musim baru.
Di laga perdana, PSIS Semarang yang dibesut Gilbert Agius akan bermain di kandang dan 3 poin kemenangan wajib untuk didapatkan.
Kemenangan yang didapatkan oleh pemain PSIS Semarang tersebut secara otomatis akan mengatrol mental anak asuh Gilbert Agius.
Meskipun kritikan tetap saja ditujukan pad pelatih PSIS Semarang tersebut karena minim strategi serta bermain monoton.
Padahal jika dilihat dari skuad PSIS Semarang saat ini maka sudah bagus dan dinilai bisa bersaing dengan klub-klub lain di papan atas.
"Bos beli pemain bagus ISO, mso beli pelatih bagus ora ISO, PSIS ga ada pola permainan nya,cara bermain monoton terus," tulis akun @aa__k47 di instagram Bos PSIS semarang Yoyok Sukawi.
Baca Juga: Eks Manajer Manchester United Pinjamkan Elkan Baggott, Pembicaraan Resmi Dimulai
Yoyok Sukawi rupanya langsung membalas kritikan tersebut di kolom komentar. "Semoga sesuai harapan yo," jawabnya.
Kritikan pada permainan PSIS Semarang dibawah Gilbert Agius tersebut bisa jadi jika didasarkan pada laga uji coba.
Bukan soal hasil, namun permainan PSIS Semarang dinilai kurang kreatif dalam membangun serangan.
Di sisi lain, Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi menargetkan klub dengan warna khas biru tersebut bisa masuk ke 5 besar dalam hal jumlah follower instagram.
Dalma unggahan Yoyok Sukawi, saat ini PSIS Semarang ada di posisi ke-7 klub di Indonesia dengan jumlah follower terbanyak.
Jumlah follower instagram PSIS Semarang sebanyak 840 ribu dan sebenarnya masih kalah jauh dibandingkan klub-klub besar seperti Persib bandung 6,6 juta, Persija 3,7 juta dan Persebaya 2,4 juta.