SUARA SEMARANG - Bek Pratama Arhan hampir menyusul Irfan Bachdim dari torehan yang pernah dicatatkan saat di Liga Jepang.
Bahkan bukannya tak mungkin Pratama Arhan segera naik kasta ke J1 League karena Tokyo Verdy konsisten berada di zona promosi.
Tak hanya menyusul Irfan Bachdim, namun Pratama Arhan saat ini sudah melewati catatan dari Stefano Lilipaly.
Sebelum Pratama Arhan bermain di Jepang, Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly adalah pendahulunya.
Dari catatan statistik menit bermain, saat ini Pratama Arhan sudah melewati Stefano Lilipaly yakni 245 menit berbanding 90 menit.
Menit bermain Pratama Arhan juga bisa terus bertambah karena masih terikat kontrak bersama Tokyo Verdy musim ini.
Sementara jika dibandingkan dengan Irfan Bachdim, menit bermain Pratama Arhan masih kalah meski tak terlampau banyak.
Irfan Bachdim mencatatkan 297 menit bermain saat memperkuat Hokkaido Consadole Sapporo dan Ventforet Kofu.
Artinya, menit bermain milik Pratama Arhan terpaut 52 menit dan bisa saja segera terlewati jika konsisten sebagaimana sata memperkuat Tokyo Verdy di Piala Kaisar.
Baca Juga: Bos Yoyok Sukawi Ubah Nama PSIS Semarang Usai Lakukan Studi Banding Stadion
Pratama Arhan juga bisa menjadi pemain Indonesia pertama yang berlaga di J1 League atau kasta tertinggi Liga Jepang.
Lantaran dua pendahulu Pratama Arhan tersebut bermain di kasta kedua Liga Jepang. Sementara ada satu nama lainnya yakni Ricky Yacobi yang membela Matsushita Electric FC atau cikal bakal Gamba Osaka.
Namun di tahun tersebut, Liga Jepang belum terbagi dalam kasta sebagaimana era Pratama Arhan saat ini.
Kesempatan Pratama Arhan untuk bermain di J1 League begitu besar karena saat ini Tokyo Verdy berada di papan atas klasemen sementara.
Bermain 26 laga, Pratama Arhan dkk ada di posisi ke-3 dengan 45 poin atau tertinggal 12 poin dari pemuncakklasemen dan 2 poin dari posisi runner up.
Jika Tokyo Verdy promosi musim depan maka bisa saja Pratama Arhan akan menjadi pemain Indonesia pertama yang merasakan bermain di kasta tertinggi Liga Jepang.***