SUARA SEMARANG - Pratama Arhan ditengarai jadi kambing hitam atas kekalahan Tokyo Verdy melawan Shimizu S-Pulse di laga terbaru.
Pelatih Tokyo Verdy yang memberikan komentar atas penampilan Pratama Arhan pun tak luput dari serangan fans di tanah air.
Hal itu bermula saat pelatih Tokyo Verdy Hiroshi Jofuku ditanya perihal Pratama Arhan dan diunggah secara resmi di laman klub.
Beberapa pertanyaan dilontarkan padanya sebelum akhirnya berujung pada niatan pelatih Tokyo Verdy tersebut memainkan Pratama Arhan sebagai pemain pengganti di babak kedua.
"Tolong beritahu kami tentang niat dan harapan anda terkait penggantian Pratama Arhan yang didatangkan sebagai pemain pengganti," pertanyaan tersebut diajukan pada Hiroshi Jofuku.
Rupanya pelatih Tokyo Verdy tersebut menginginkan Pratama Arhan memberikan peran lebih pada tersebut. Apalagi di saat itu tuan rumah sedang tertinggal satu gol semenjak babak pertama.
Kekuatan kaki kiri dan lemparan kedalam Pratama Arhan diharapkan menjadi senjata untuk memberikan peluang pada para striker Tokyo Verdy di depan.
"Jadi saya ingin dia menunjukkan kebaikannya dengan kaki kiri dan lemparan ke dalam," ungkap Hiroshi terkait Pratama Arhan.
Namun kenyataanya, apa yang diinginkan pelatih Tokyo Verdy pada Pratama Arhan tak berujung jadi kenyataan.
Baca Juga: Duel Kiper Piala Dunia, Penantian Setahun Pratama Arhan Terbayar Lunas di Jepang 5 Kali Lipat
Diakui bahwa ada progres bagus pada diri Pratama Arhan soal fisik dan skil yang dimilikinya namun hal itu belum terlihat di laga melawan Shimizu S-Pulse.
Kekuatan yang dimiliki oleh Pratama Arhan yaki lemparan roket dan umpan silang dengan kaki kirinya tak terlihat. Padahal Tokyo Verdy sedang membutuhkan gol penyeimbang.
Ek Pelatih FC Tokyo tersebut juga kesal dengan gagal mendapatkan 1 poin karena berujung kehilangan tempat di klasemen dan dilewati oleh Shimizu S-Pulse.
"Saya tidak berpikir saya bisa mengeluarkan kualitas terbaiknya hari ini," ungkap pelatih Tokyo Verdy tersebut.
Membaca komentar tersebut, fans Pratama Arhan pun membalas komentar pelatih Tokyo Verdy. Terlebih bek kiri Timnas itu hanya dimainkan 10 menit.
"Main 10 menit cuma dijadikan tersangka kekalahan gitu amat nasib nya Pratama Arhan," tulis akun @adi846925.