![Talkshow Bisnis BEM KM Unnes. [Semarang.suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2023/09/16/1-whatsapp-image-2023-09-16-at-230117.jpeg)
Sementara itu, Irma Susanti menekankan kepada pengusaha pemula untuk tidak meninggalkan rancangan bisnis plan. Mulai dari jenis usaha, target yang dituju dan pasar.
Irma yang juga pengusaha batik tulis selalu menggunakan bisnis plan sehingga ia jelas arah yang dituju sehingga memudahkan kapan mulai do dan action.
"Sebaiknya sebelum membuka wirausaha atau bisnis harus ada bisnis plan, kita harus punya visi misi buat bisnis untuk apa, target kemana," katanya.
Kepada para mahasiswa, Irma menekankan untuk mengimbangi ilmu teori perkuliahan dengan praktik di lapangan. Mahasiswa bisa mencoba utuk magang atau sambil bekerja.
"Karena kadang banyak pengusaha itu bermula dari hobbies, yang didapatkan dari praktik saat dilapangan sesuai passionnya," katanya.
Ia juga memberi pesan kepada mahasiswa yang memang akan terjun ke dunia kerja hendaknya bisa inline sesuai dengan disiplin keilmuannya.
"Karena pekerjaan yang sesuai dengan keilmuannya itu akan mudah dan hasilnya maksimal," katanya.
Ketua BEM KM Unnnes Fajar Rahmat Sidik menyampaikan acara talkshow bisnis merupakan rangkaian dari agenda lomba Bisnis Plan tingkat Nasional.
Total ada 76 pendaftar dalam ajang Bisnis Plan dari berbagai kampus di Indonesia. Di antaranya dari UGM UIN, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Padang, Medan dan lainnya.
Baca Juga: Pecah! Konser Band Kotak Hibur Ribuan Mahasiswa Baru Udinus Semarang
Para peserta Kemudian disaring menjadi 15 besar untuk maju ke tingkat penjurian hingga 3 besar yang diumumkan hari ini. Kompetisi ini penting sebab untuk menjawab tantangan dan kendala sebagai pengusaha pemula bagi mahasiswa.
"Karena saat sudah membuat bisnis plan biasanya terkendala moral dan modal. Semoga para pemateri bisa memberikan solusi," katanya.
Dari data yang ia peroleh dari 100 persen alumni Unnes menyebutkan bahwa yang terdata berwirausaha hanya 8 persen saja.
Karenanya BEM dan Unnes berusaha untuk mendorong para mahasiswa dan alumni untuk membuka peluang sebagai wiraswasta sejak muda.
"Bagaimana temen-temen terpantik, kuliahnya ya, bangun jaringan ya bangun gaul, karena kami punya niatan bahwa ada satu indikator kerja utama dari unnes untuk meningkakan kapasitas mahasiwa dan alumi yaitu habis kuliah kira-kira ada berapa persen yang kerja, studi lanjut, atau berapa persen yang berwirausaha," katanya.***