Grup-grup seperti ini bahkan telah mengadakan fanmeeting di Korea untuk bertemu penggemar dari 150 negara sebelum debut resmi mereka.
Kedua kelompok ini beroperasi di Amerika Serikat, bukan di Korea, dan menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dalam penjualan luar negeri.
JYP Entertainment mencatat penjualan luar negeri mencapai 52,2% dari total penjualannya, sementara penjualan luar negeri HYPE menyumbang 63,3%, tertinggi di industri.
Dengan penjualan luar negeri yang mendominasi pangsa pasar, langkah mereka untuk memproduksi grup K-pop lokal yang sebagian besar berbasis di luar negeri mungkin merupakan langkah alami.
Seiring dengan perkembangan kelompok-kelompok K-pop tanpa anggota Korea ini, masa depan K-pop tampak semakin beragam.
Meskipun masih harus dilihat bagaimana respon dalam negeri akan terhadap kelompok-kelompok ini, tidak dapat disangkal bahwa K-pop telah mencapai tingkat global yang lebih tinggi daripada yang pernah kita bayangkan.
Grup-grup seperti VCHA dan proyek "The Debut: Dream Academy" oleh HYPE membawa K-pop ke panggung global dengan anggota dari berbagai belahan dunia, membuktikan bahwa K-pop adalah fenomena yang benar-benar universal.