SUARA SEMARANG - Ini adalah fokus dari Koordinator Wilayah Alumni Muda UNDIP, UNNES, dan UNS, yang dikenal sebagai Pena Mas Ganjar Ario Wicaksono Putra, dalam acara penyuluhan BUMDes bersama warga di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Rabu, 11 Oktober.
Ario melihat bahwa di beberapa desa, peluang dan potensi BUMDes belum dimaksimalkan dengan baik. Oleh karena itu, ia merasa bertanggung jawab untuk membantu desa-desa yang membutuhkan bantuan.
"Disini kami membahas lebih lanjut bagaimana persoalan desa dalam mengelola BUMDes dan memberikan pendampingan bagaimana mengelola BUMDes supaya bisa berjalan," kata Ario.
Dalam perjalanannya, Ario mengaku beberapa desa, khususnya di Desa Leboh menghadapi persoalan permodalan dalam membangun unit usahanya.
"Persoalan utama yang dihadapi adalah soal pendanaan, dimana alokasi dana yang dibutuhkan untuk membangun unit usaha yang sudah direncanakan cukup besar dalam membuat produksi es kristal," ujar Ario.
Untuk itu, Ario menghimbau desa untuk memperoleh pendanaan dari pihak luar ataupun mengkolektifkan bersama masyarakat agar unit usaha bisa berjalan dengan lancar.
"Bisa memanfaatkan dana dari luar BUMDes, seperti misalnya investor maupun crowd funding bersama masyarakat setempat," kata Ario.
Lanjut Ario, struktur sumber daya manusia sudah terbentuk di Desa Lebo sudah terbentuk dan pembangunan infrastruktur sudah mencapai 70 persen.
Kata Ario, Pena Mas Ganjar berkomitmen untuk hadir dalam mendorong berjalannya programnya BUMDes, terlebih program tersebut merupakan program yang diinisasi oleh Ganjar Pranowo selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Untuk itu, Pena Mas Ganjar merasa perlu hadir sebagai kepanjangan tangan keberlangsungan program tersebut.
Baca Juga: Kaesang dan Elite PSI Bakal Sambangi Rumah Prabowo Sore Ini
"Semoga bisa berjalan dengan lancar dan BUMDes ini bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya bisa mensejahterakan masyarakat melalui pendapatan asli daerah bisa dioptimalkan untuk membangun desa," kata Ario. (*)