Serang.com - Seorang nelayan berhasil selamat usai SAR Mentawai di Sumatera Barat mengevakuasinya di perairan Pulau Siruamata, Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan.
Evakuasi nelayan yang berhanyut-hanyut di perairan Pulau Siruamata berhasil, Sabtu (4/3/2023). Usai tim dari kantor SAR Mentawai melakukan pencarian usai menerima laporan sekira Sabtu siang tadi.
"Kapal nelayan itu mati mesin dan berhanyut-hanyut di perairan Siruamata, Sipora Selatan," ucap Kepala Kantor SAR Mentawai, Akmal kepada Teraskabar.com, lansiran Serang.com.
Kepala Kantor SAR Mentawai, Akmal mengatakan lagi bahwa saat ini mereka sedang mengevakuasi nelayan bernama Adang, usia 53 tahun.
"Sedang proses evakuasi dan info selanjutnya akan kami kabari," ungkap Akmal via telepon genggam.
Sebelumya dilaporkan seorang nelayan Adang, 53 tahun melakukan aktivitas mancing di Perairan Pulau Siruamata, Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan.
Adang berangkat dengan menggunakan kapal pompong (kapal tradisional ala Mentawai-red), sekira Rabu (1/3/2023), bertolak dari Dermaga Tua Pejat pada awalnya.
SAR Mentawai kemudian menerima informasi orang hilang di perairan Mentawai, Sumatera Barat. Operasi SRU Laut kemudian dilakukakan anggota Basarnas Mentawai dengan menurunkan KN SAR Ramawijaya 240 Mentawai.
"Alhamdulillah, kami sudah bergerak dan sedang proses evakuasi," kata Akmal menutup pembicaraan.
Baca Juga: Kabar Terbaru Jeje 'Slebew', Pasca Matinya Citayem Fashion Week
![Pulau Siruamata, Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat [Instagram/mmairisa]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/03/04/1-pulau-siruamata.jpg)
Potensi Pulau Siruamata Mentawai
Pulau Siruamata merupakan pulau yang berada di kawasan administrasi Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.
Pulau Siruamata berada di perairan Samudera Hindia dengan posisi berada di sebelah barat Pulau Sumatera. Pulau itu salah satu gugusan pulau di Kepulaua Mentawai, Sumbar.
Pulau Siruamata merupakan nama pulau yang diadopsi dari bahasa daerah Mentawai, yang artinya kelapa bermata dua, adapun kontur pulau di kawasan Samudera Hindia itu berpasir dengan isi potensi adalah kelapa, pohon kayu dengan harga tinggi dengan semak belukar di sekitarnya. [*]