Serang.suara.com - Selain sukses membangun mata rantai bisnis dengan memberdayakan produk isi ulang, juga mampu mengakomodir pelanggan dan mitra dalam penggedalian sampah plastik. Hal ini membuat Alner menjadi pusat perhatian hingga menerima penghargaan.
Start-up penyedia sistem guna ulang kemasan atau Fast Moving Consumer Goods menerima pendanaan atau hibah dari TRANSFORM. Salah satu indikator Alner menerima hibah lantaran telah berpartisipasi dalam mengurangi lebih 1.300 kilogram sampah plastik.
Kendati menerima grand atau hibah, perusahaan rintisan yang fokus terhadap sistem produk yang dapat direplikasi dengan cepat dan dalam skala besar akan terus melakukan misi edukasi terhadap masyarakat dari berbagai kelas.
Direktur Alner Bintang Ekananda mengatakan, bahwa pihaknya dengan melakukan sistem program kepedulian terhadap lingkungan itu akan terus berupaya meningkatkan dan atau memperluas jaringan mitra bisnis sebanyak 500 titik selama 2023.
Sehingga penggunaan produk berbentuk refill (atau produk isi ulang-red), pelaku usaha kecil termasuk konvesional, dapat memanfaatkan wadah dari pionir fasilitator kemasan guna ulang di Indonesia.
"Kesempatan ini memungkinkan kami untuk secara strategis mendrong pilihan akan produk sehari-hari yang dapat dikonsumsi sembari mengurangi sampah secara signifikan melalui guna ulang," ungkap Bintang.
Uniknya, keterlibatan perempuan dalam pengembangan usaha dan juga merawat ekosistem lingkungan sehat dengan meminimalisir sampah plastik, telah jadi point besar. Apalagi saa ini sebanyak 150 mitra guna ulang merupakan perempuan leader-nya.
"Pada catatan kami sejak Mei 2023 sudah banyak perempuan tergabung dan sukses menjalankan usaha mikro, dan ini baru di Jabodetabek. Semoga ini dapat terwujud terus dan tentu berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia," ringkasnya.
Mewakili grup Unilever, Nurdiana Darus, Director of Sustainability & Corporate Affairs dan Corporate Secretary Unilever Indonesia, mengungkapkan kegiatan Alner seirama dengan visi dan misi Unilever Compass. Memusatkan perhatian dalam mengawal isu-isu climate change untuk merawat buma lebih sehat.
Baca Juga: Wisata di Pantai Carita, Lengkap Info Penginapan, Tiket Masuk, dan Jarak dari Jakarta
"Semoga kerja sama ini semakin kuat kedepan terutama bagi Indonesia, apalagi progam itu terus bergulir dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan plastik dan pengelolaan sampah plastik yang bertanggung jawab," terang Nurdiana Darus kepada Suara Serang.
Hingga saat ini, Unilever Indonesia telah memiliki lebih dari 100 refill station di bank sampah di Jabodetabek dan Surabaya, dengan plan ekspansi yang akan dijalankan dalam waktu dekat.
Pada 2022, Perusahaan berhasil mengumpulkan dan mengolah 62.300 ton plastik melalui jaringan bank sampah dan Refuse Derived Fuel (RDF).
Berharap dapat berkolaborasi dengan lebih banyak instansi, komunitas dan entitas untuk memanfaatkan metode guna ulang sembari memberdayakan konsumsi yang bertanggungjawab. [*]