Melanggar Regulasi, Puluhan Ular Python Asal Amerika Serikat Dimusnahkan dengan Cara Dibakar

Serang

Rabu, 09 Agustus 2023 | 16:48 WIB
Melanggar Regulasi, Puluhan Ular Python Asal Amerika Serikat Dimusnahkan dengan Cara Dibakar
Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta melakukan pemusnahan terhadap puluhan ular piton dan komuditas hewan lainnya asal Amerika Serikat. (Dok. Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soetta/Suara Serang)

Serang.suara.com - Sebanyak 30 ekor Ular Python asal Amerika Serikat dimusnahkan dengan cara dibakar di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Tindakan tegas itu dilakukan dengan menghancurkan ular-ular tersebut melalui pembakaran menggunakan mesin incenerator di Instalasi Karantina Hewan Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soetta, Tangerang, pada Rabu (9/8/2023).


Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta, Andi PM Yusmanto menjelaskan bahwa masuknya ular-ular ini ke Indonesia melanggar regulasi yang berlaku, sehingga harus diambil tindakan penahanan dan pemusnahan.


"Sebanyak 30 ekor Ular Python berasal dari Amerika Serikat. Sebelum dilakukan pemusnahan, kami melakukan euthanasia terlebih dahulu untuk ular-ular ini," ujar Andi.


Lebih rinci, dijelaskan bahwa impor komoditas pertanian, termasuk hewan dan tumbuhan, harus dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan yang dikeluarkan oleh negara asal atau mendapat rekomendasi dari Kementerian terkait. Barang-barang yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan disita dan dimusnahkan.


"Walaupun ada beberapa ular yang sebenarnya memiliki Sertifikat Kesehatan, umumnya mereka tidak lengkap. Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keaslian sertifikat dan mencegah kemungkinan adanya kontaminasi selama proses pengiriman dari negara asal ke Indonesia," jelas Andi.


Selain pemusnahan ular piton, Balai Besar Karantina Soekarno-Hatta juga telah mengatasi berbagai komoditas hewan lainnya. Termasuk dalam pengatasi ini adalah 922 butir telur, 8 ekor kadal varanus, serta 379,04 kilogram daging yang terdiri dari daging ayam, sapi, babi, rusa, kanguru, dan unta. Semua barang tersebut merupakan hasil penghentian impor selama periode Januari-Juli 2023.


Adapun dalam hal komoditas pertanian berupa tumbuhan, sebanyak 212,118 kilogram benih sayuran asal Belanda juga dihadapi dengan tindakan pemusnahan. Ini disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Pseudomonas syringae pv. syringae, sebuah organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang masuk dalam kategori A1 dan belum ada di Indonesia.

Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta melakukan pemusnahan terhadap puluhan ular piton dan komoditas hewan lainnya asal Amerika Serikat. [dok. Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soetta/Suara Serang]
Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta melakukan pemusnahan terhadap puluhan ular piton dan komoditas hewan lainnya asal Amerika Serikat. (sumber: dok. Balai Besar Karantina Pertanian Bandara Soetta/Suara Serang)

Tidak hanya itu, berbagai jenis media pembawa tanaman seperti bibit homalomena, bibit rhapidophora, bibit anggur, benih wortel, tanaman hias, kaktus, buah manga, buah alpukat, bunga ghysophilla, dan ginseng dengan total berat 582,644 kg, 2442 batang, dan 40 kemasan juga mengalami tindakan pemusnahan. Media-media tersebut berasal dari berbagai negara seperti Belanda, Korea Selatan, Thailand, China, Jepang, Ekuador, dan Malaysia.


Andi menjelaskan bahwa bakteri Pseudomonas syringae pv. syringae adalah pathogen dari golongan bakteri Gram negatif yang memiliki kemampuan menyerang hingga 87 jenis tanaman yang berbeda. Bakteri ini dapat merusak tanaman cabai, jeruk, padi, bawang-bawangan, mentimun, dan tomat.

baca juga


"Dampaknya sangat signifikan jika bakteri ini berhasil masuk ke Indonesia. Kami akan mengirimkan pemberitahuan pelanggaran kepada negara asal untuk mencegah situasi serupa di masa mendatang," tegas Andi.


Pada waktu yang sama, Junaedi, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama, dan Informasi Perkarantinaan (KKIP), menambahkan bahwa langkah pemusnahan media pembawa atau komoditas pertanian ini merupakan upaya untuk mengendalikan risiko penyebaran hama penyakit hewan karantina (HPHK) serta organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) atau hama penyakit pada hewan dan tumbuhan yang belum ada di Indonesia.

Tindakan ini ditempuh karena komoditas tersebut tidak memenuhi syarat dan hasil uji laboratorium menunjukkan adanya hama penyakit yang berpotensi merugikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makanan Fiva Food UMKM Bekasi Curi Perhatian di Gebyar Hari Koperasi

Makanan Fiva Food UMKM Bekasi Curi Perhatian di Gebyar Hari Koperasi

Serang | Rabu, 09 Agustus 2023 | 14:29 WIB

Prilly Latuconsina Suka Cowok Artis Pemain Bokep? Netizen Fix Bukan Reza Rahadian

Prilly Latuconsina Suka Cowok Artis Pemain Bokep? Netizen Fix Bukan Reza Rahadian

Serang | Selasa, 08 Agustus 2023 | 16:24 WIB

Dedi Mulyadi Ungkap Kondisi Kesehatan Panji Petualang Memperihatinkan Akibat Diabetes dan Serangan Ular King Cobra

Dedi Mulyadi Ungkap Kondisi Kesehatan Panji Petualang Memperihatinkan Akibat Diabetes dan Serangan Ular King Cobra

Serang | Senin, 07 Agustus 2023 | 13:55 WIB

[WOW] Anies Baswedan Bicara Visi untuk Perubahan Masa Depan Bukan Sebatas Ganti Presiden

[WOW] Anies Baswedan Bicara Visi untuk Perubahan Masa Depan Bukan Sebatas Ganti Presiden

Serang | Minggu, 06 Agustus 2023 | 21:19 WIB

Terkini

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

×