Suara Serang - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mendadak bertemu Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan pada Kamis, (31/8/2023) sore. Pertemuan antara Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu berlangsung sekitar 15 menit, tepatnya dimulai pada pukul 17.30 WIB.
Berdasarkan dari informasi yang beredar, pertemuan tersebut mengarah pada pembahasan terkait keputusan untuk mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) dari Partai NasDem.
Kabar tersebut menjelaskan bahwa ada dugaan Partai NasDem berniat memasangkan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, sebagai calon wakil presiden pada pilpres 2024 mendatang.
Keputusan Partai NasDem dalam merumuskan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai capres-cawapres diungkap oleh Partai Demokrat pada malam hari sebelumnya. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus anggota Tim 8 Koalisi Perubahan, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa pada Selasa malam tanggal 29 Agustus 2023, di NasDem Tower, Surya Paloh secara sepihak menetapkan Cak Imin sebagai cawapres untuk Anies.
Keputusan ini dibuat tanpa melibatkan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dua partai yang juga merupakan anggota dari Koalisi Perubahan yang mendukung Anies sebagai capres. PKB sebelumnya telah berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.
Pada malam yang sama, Anies Baswedan dikabarkan telah dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan tersebut. Namun, pada tanggal 30 Agustus 2023, Anies tidak secara langsung menginformasikan keputusan tersebut kepada para pimpinan tertinggi dari PKS dan Partai Demokrat. Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa Anies mengutus Sudirman Said untuk menyampaikan keputusan tersebut.
Partai Demokrat melihat rangkaian peristiwa ini sebagai tindakan pengkhianatan terhadap semangat perubahan dan Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga partai politik koalisinya. Tindakan ini juga dianggap sebagai pengkhianatan terhadap komitmen yang sebelumnya telah diungkap oleh calon presiden Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan.
Teuku Riefky Harsya mengemukakan pandangan bahwa langkah tersebut telah melanggar semangat kolaborasi yang telah ditekankan dalam koalisi tersebut.
Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan jika pihaknya berprasangka baik perihal Anies Baswedan memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2024.
Baca Juga: Parodikan Proklamasi, Syakir Daulay Dilaporkan ke Polisi, Dituntut Minta Maaf dan Cium Bendera
"Akan ada penjelasan detail tapi di DPP, bukan di sini," kata Mardani di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (31/8/2023).
Mardani Ali Sera juga menegaskan, bahwa pihaknya berprasangka baik terhadap kabar yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya bahwa Anies Baswedan telah menyetujui perjanjian kerja sama politik dengan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
"Khusnuzon dulu saja, masih tahap awal," ujar Mardani. [*]