Suara Serang - Pada siang yang penuh antusiasme, Partai NasDem, PKS, dan PKB secara resmi mengumumkan dukungan mereka untuk pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Pasangan Anies-Muhaimin, yang sering disingkat sebagai AMIN, secara berani mendeklarasikan pencapresan sebagai bukti perlawanan terhadap Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Dua tokoh politik itu juga sedang dalam perjalanan memulai langkah politik menuju Pilpres.
Namun, peristiwa ini tidak berjalan mulus, karena ada sebuah ketidaksetujuan yang mengejutkan.
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, tiba-tiba memutuskan untuk tidak menghadiri deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tanpa memberikan alasan yang jelas.
Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena PKS adalah salah satu partai yang sepakat mengusung AMIN sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Ketidakhadiran Ahmad Syaikhu dan sejumlah anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS yang sebelumnya dijadwalkan untuk hadir dalam acara deklarasi menjadi sorotan utama dalam pemberitaan media.
Hal ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan tentang alasan di balik keputusan mendadak ini.
Meskipun Ahmad Syaikhu tidak hadir, sejumlah tokoh penting PKS lainnya tampaknya masih mengikuti acara deklarasi ini dengan antusiasme.
Baca Juga: Sadis! Anies Baswedan 'Tampar' Balik Partai Demokrat Cabut dari Koalisi Perubahan
Sekretaris Jenderal PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, dan Bendahara Umum DPP PKS, Mahfudz Abdurrahman, adalah dua tokoh yang terlihat hadir dalam acara tersebut.
![Sadis! Anies Baswedan 'Tampar' Balik Partai Demokrat Cabut dari Koalisi Perubahan [Tangkapan layar akun YouTube NasDem TV]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/09/02/1-pidato-politik-anies-baswedan.jpg)
Tampaknya, meskipun ada ketidaksetujuan internal yang muncul, partai ini masih kompak dalam mendukung pasangan Anies-Muhaimin.
Beberapa kalangan menganggap bahwa ini bisa menjadi bagian dari manuver politik yang lebih besar di belakang layar, sementara yang lain merasa bahwa hal ini mungkin merupakan ketidaksetujuan internal yang perlu diselesaikan.
Sementara itu, peran PKS dalam mendukung pasangan Anies-Muhaimin tetap jadi sorotan publik. [*]