Serang.suara.com – Sejumlah wilayah di Jakarta sempat diguyur hujan lebat pada Selasa siang, 19 September 2023. Warga di daerah yang diguyur hujan di tengah kemarau panjang itu pun bersyukur lantaran tingkat polusi di daerahnya menurun.
Selain menurunkan polusi, menurut situs IQAir, hujan tersebut menyebabkan peningkatan signifikan terhadap indeks kualitas udara di Jakarta. Air Quality Indeks (AQI) atau indeks kualitas udara di Jakarta pun saat ini berada di angka 100 (sedang) dari sebelumnya 172 (tidak sehat) pada pukul 08.00 WIB.
Perekayasa ahli utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tri Handoko Seto, mengamini bahwa hujan yang terjadi hari ini menurunkan kadar polusi secara signifikan.
"Seharusnya hujan itu menurunkan kadar polusi secara teori. Jadi saya meyakini secara substansi tentu saja ini mestinya menurunkan polutan secara signifikan," ujar Tri Handoko Seto, Selasa, 19 September 2023.
Meski begitu, tutur Tri Handoko Seto, hal ini bisa saja tidak tampak pada alat pemantau. Sebab, partikel butir air dari hujan rintik kerap disalahartikan oleh mesin sebagai polutan.
"Persoalannya adalah hujan lebat ini tidak merata. Ada sebagian daerah yang hujannya hanya rintik-rintik. Itu mengakibatkan udara dipenuhi partikel butir air yang ukurannya sangat halus. Itu kadang-kadang bisa saja terdeteksi sebagai polutan, padahal itu butir-butir air. Kemungkinan alat akan menunjukkan pengukuran yang valid setelah kejadian (hujan) ini," ucapnya.