Serang.suara.com - Nasib keuangan emiten tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang dimiliki Sandiaga Uno sebagai pemegang saham, tidak dapat dikatakan menggembirakan sepanjang semester I tahun 2023 ini.
Lantas Sandiaga berduka lantaran emisi tambang emas tersebut harus menelan pil pahit dengan catatan rugi bersih mencapai Rp762,6 miliar. Ini terungkap dari catatan laporan keuangan MDKA kutip laman Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kerugian bersih perusahaan ini mencapai USD49,214 juta (setara dengan Rp762,6 miliar) di semester I 2023. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana MDKA berhasil meraih laba bersih senilai USD96,79 juta.
Dampak dari rugi ini terasa pada saldo laba yang belum dicadangkan, yang mengalami penurunan sebesar 17,4 persen hingga mencapai USD232,17 juta pada akhir Juni 2023.
Meskipun pendapatan usaha MDKA berhasil meningkat sebanyak 52,4 persen, tapi nilai per tahun menjadi USD520,03 juta pada akhir Juni 2023.
Namun peningkatan biaya pengolahan sebesar 175 persen secara tahunan menjadi USD513,82 juta menjadi salah satu penyebab penurunan laba bersih perusahaan.
Biaya penambangan juga meningkat sebanyak 71,8 persen menjadi USD55,246 juta, yang mengakibatkan laba kotor MDKA menyusut sebanyak 55,7 persen dan hanya tersisa USD46,137 juta.
Beban Pajak PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Meningkat
![Salah satu lokasi Tambang Emas Tujuh Bukit Milik PT Merdeka Copper Gold Tbk [Fadil]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/09/29/1-lokasi-tambang-emas.jpg)
Beban keuangan MDKA juga melonjak 333 persen secara tahunan menjadi USD39,679 juta pada akhir Juni 2023.
Peningkatan ini dipicu oleh lonjakan bunga obligasi yang mencapai 156 persen menjadi USD41,086 juta, serta peningkatan bunga pinjaman sebesar 307 persen menjadi USD11,034 juta.
Baca Juga: Inilah Faktor yang Mendorong Harga Emas Turun ke Level Terendah
Pada semester I tahun 2023 ini, MDKA juga tidak lagi mencatatkan pendapatan dari klaim asuransi, sementara pada semester I tahun 2022, perusahaan ini berhasil meraih USD60 juta dari klaim asuransi.
Selain itu, beban pajak final juga meningkat drastis, mencapai 2.961 persen secara tahunan menjadi USD17,51 juta. Akibatnya, MDKA mengalami rugi sebelum pajak penghasilan sebesar USD51,437 juta pada akhir Juni 2023.
Ini berbanding terbalik dengan kondisi semester I tahun 2022, di mana perusahaan ini berhasil mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar USD100,06 juta.
Sementara itu, total kewajiban MDKA meningkat sebanyak 9,8 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2022, mencapai USD2,034 miliar pada akhir Juni 2023.
Di sisi lain, total ekuitas perusahaan meningkat sebanyak 26,6 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2022, mencapai USD2,564 miliar pada akhir Juni 2023.