Tradisi Kanibalisme ini dilakukan pada masa kerajaan Tlacaelel yang mencabut langsung jantung terhadao korbannya dalam keadaan hidup-hidup dengan kondisi jantung yang masih berdetak dan tubuhnya dimakan beramai-ramai.
Suku Aztec dikenal melakukan kanibalisme yang paling brutal ini bertujuan sebagai ungkapan permohonan maaf terhadap dewa-dewa mereka yaitu Huitzilopochtli.
Dalam satu tahun, Suku Aztec mengorbankan lebih dari seribu jiga sebagai tumbal dalam ritual ini.
Praktek Kanibalisme ini mulai dilarang pada saat masa Penjajahan Britania.
Namun pada tahun 80-an, tradisi ini masih dilakukan secara ilegal oleh penduduk suku Aztec meskipun sudah ditetapkan sebagai tindakan kriminal.
Suku Indian di Amerika
Pada masa awal penaklukan Benua Amerika, banyak sejarawan mencatat bahwa Suku Indian melakukan praktek Kanibalisme. walaupun sampai sekarang masih menjadi perdebatan, namun banyak yang mengatakan bahwa mereka menemukan bukti atas perilaku brutal tersebut.
Pada tahun 1968, seorang pendeta yang berasal dari Spanyol menyaksikan dan merekam ritual yang dilakukan oleh Suku Karan Kawa di Texas terhadap musuh-musuhnya yang disandera lalu bergantian menguliti dan memotong tubuh mereka lalu memakannya didepan mata korban.
Suku Pedalaman di Afrika
Baca Juga: TEGAS! Kapolri akan Sikat Habis Anggota Polri yang Terlibat Pengedaran Narkoba Tanpa Pandang Bulu
Penduduk ini masih melakukan praktek Kanibalisme bahkan sampai saat ini.
Meskipun tidak nampak dengan kasat mata, banyak bukti yang dapat ditemukan dengan beberapa kasus yang menyebutkan hilangnya pendatang pada saat mengunjungi suku pedalaman tersebut dan adanya bukti dari organ manusia yang diperjual belikan.
Dalam catatan peneliti sejarah, banyak sejarah yang ditemukan yang menceritakan praktek kanibalisme di Afrika baik pada masalalu pada saat perang Kumu dan pada saat terjadinya Perang Sipil di Libia.
Suku Fiji
Budaya Kanibalisme diketahui sudah menyebar ke Benua Polinesia dan Milanesia.
Pulau Fiji dikenal sebagai pulau para kanibal. Bahkan, seorang kepala Suku Fiji mengaku sudah memakan 875 orang semasa hidupnya dan itu terkenal sangat membanggakan bagi mereka.