SuaraSoreang.id - Kisah Tiko dan Ibu Eny terlihat cukup membuka mata banyak orang tentang ketulusan seorang anak merawat orang tuanya.
Namun kisah itu tidak bisa dirasakan oleh Pak Edy, seorang lansia yang kini hidup sendirian bahkan nampak terlantar di dalam rumahnya yang terbengkalai.
Tak seberuntung Ibu Eny, Pak Edy yang ditinggal meninggal oleh sang istri harus bersusah payah hidup sendirian, karena tidak lagi dikunjungi oleh anaknya.
Lelaki asal Kota Semarang itu mengatakan, ia pribadi tidak mengetahui alasan pasti kenapa anaknya tidak pernah berkunjung sejak sekitar tahun 2003, silam.
"Saya nggak ingat, tapi yang jelas kalau nggak salah itu 2003," kata Pak Edy, Selasa (3/1/2023).
Pak Edy memiliki tiga anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Di mana saat ini dua di antaranya sudah meninggal dunia.
Namun sewaktu masih hidup, ketiga anaknya sudah lama tidak mengunjunginya bahkan terkesan bersikap acuh tak acuh kepada sang bapak.
Diceritakannya dengan gamblang, Pak Edy mengatakan usai pemakaman almh. istrinya yang terkena gagal ginjal, ketiga anaknya tidak mau berbicara dengannya.
"Itulah yang saya tidak tahu. Anehnya setelah pemakaman (istrinya), anak ketiga-tiganya nggak mau salaman sama saya," ungkapnya.
Baca Juga: Seberapa Penting Penggunaan Bantal bagi Ibu Hamil? Cek Faktanya!
Lansia berusia 73 tahun itu mengaku bahwa sebelumnya hubungannya dengan almh. istri memang tidak cukup baik. Mereka sempat saling tak bertegur sapa selama 20 tahun saat masih bersama.
Untuk permasalahannya sendiri, Pak Edy mengatakan bahwa komunikasinya dengan sang istri memang kurang lancar.
Sedangkan terkait dengan anak-anaknya yang seolah menelantarkannya hingga saat ini, ia juga tidak mengerti alasan pastinya.
Selama menjalani hidup sebatang kara, Pak Edy mendapatkan donasi dari gereja Rp 150 ribu per bulan. Sisanya, ia menjadi pemulung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga saat ini.
Pak Edy mengaku pasrah menjalani hari-harinya di usia senja dengan prinsip percaya kepada Tuhan bahwa saat ini menganggap apapun yang terjadi di hidupnya adalah ujian dari Sang Pemilik Kehidupan.
"Mungkin maksud Tuhan menguji saya, mungkin ujian bagi saya atau kalau saya salah saya dihukumlah. Tinggal nunggu kapan selesai hukuman," paparnya. (*)