SuaraSoreang.id - Persib Bandung faktanya sudah mengamankan 15 laga tanpa kekalahan.
Fakta baru juga Persib akhirnya tergelincir saat melawan PSM Makassar dengan kekalahan 1-2 di kandang.
Dan ini jadi fakta baru jika PSM Makassar tidak bisa dikalahkan Persib pada Liga 1 musim 2022-2023.
Di leg pertama Persib hancur, remuk, oleh PSM Makassar dengan skor menyakitkan 5-1.
Dan pada leg kedua di saat Persib lagi gacor-gacornya, malah kembali kalah oleh PSM dengan skor 1-2.
Fakta lain yang tidak kalah jadi perhatian adalah jika Persib Bandung sudah kebobolan 30 kali dalam helatan Liga 1 2022-2023 ini atau dalam 23 pertandingan.
Melihat fakta 30 gol yang sudah bersarang di gawang Persib, artinya sisi pertahanan Maung Bandung jauh lebih rapuh dibanding musim kemarin yang hanya kebobolan 22 kali dalam 34 pertandingan.
Di musim lalu, Persib sampai mendapat gelar tim paling minim kebobolan.
Melihat fakta itu, gawang Persib rupanya jadi bulan-bulanan lawan saat di leg pertama.
Dan seperti diketahui PSM Makassar yang masuk dalam kandidat juara, hanya kebobolan 19 gol dari 24 pertandingan.
Merekap gol yang terjadi di gawang Persib, dari 10 laga awal, Maung Bandung sangat lemah di pertahanan, yakni sudah kemasukan 22 gol.
Dan ada lima gol bersarang ke gawang Persib saat dipermalukan 1-5 dari PSM Makassar.
Catatan itu menjadi sejarah bagi Persib sebagai rekor terburuk bagi tim sekelas Persib Bandung.
Dari sana banyak yang menilai jika barisan pertahanan Persib bermasalah. Saat itu Persib yang dikomandoi Robert Alberts mempercayakan benteng pertahanan pada Nick Kuipers, Victor Igbonefo dan Achmad Jufriyanto.
Bukan itu saja, datangnya Daisuke Sato hingga pemain serba bisa, Rachmat Irianto saat itu, tidak banyak membantu.
Penyebab pertahanan rapuh
![Pemain Persib, Ezra Walian. Jadwal Persib vs RANS Nusantara, Minggu (19/2/2023). Persib siap meledak untuk merebut posisi puncak klasemen. [soreang.suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2023/02/18/1-pemain-persib-ezra-walian.jpg)
Dilihat dari rekam kerja para pemain bertahan Persib, ada sejumlah faktor yang menyebabkan benteng pertahanan Persib sangat rapuh.
Misal performa Victor Igbonefo dan Achmad Jufriyanto yang menurun lantaran faktor usia.
Masing-masing keduanya saat ini berusia 37 dan 36 tahun, dan kebobolan sampai 22 laga jadi bukti rapuhnya pertahanan Persib.
Ada juga faktor penyebab lainnya, yakni soal cedera hingga larangan main akibat akumulasi kartu.
Selain itu, Persib yang sedang jadi bulan-bulanan lawan, dua pemain bertahannya dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia seperti Rachmat Irianto hingga Kakang Rudianto.
Di bawah komando Luis Milla
![Jelang bertanding lawan Rans Nusantara, Daisuke Sato optimistis Persib akan lebih kuat. [Instagram/@daisukesato11]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2023/02/16/1-daisuke-sato.jpg)
Melihat fakta itu dan desakan Bobotoh untuk berbenah, Manajemen Persib bergerak cepat.
Manajemen kemudian merespons cepat Robert Alberts yang mundur, dengan mendatangkan Luis Milla.
Dan hasilnya sangat luar biasa. Luis Milla rupanya langsung memberi bukti, bukan janji.
Adanya Luis Milla langsung membawa perubahan, termasuk pada kekuatan lini belakang.
Luis Milla tanpa tedeng aling-aling merubah formasi dan gaya bermain Persib.
Dalam strategi bertahan, Pelatih asal Spanyol memakai tiga bek. Dia juga memberikan tugas baru untuk Daisuke Sato.
Pemain berdarah Jepang itu dipasang sejajar dengan dua center bek Persib.
Dan perubahan itu cukup signifikan jika dibanding di leg pertama.
Ada 16 laga yang sudah dilalui Luis Milla, dan Persib baru kebobolan 12 gol dari 16 pertandingan. Gol-gol yang bersarang ke gawang Persib, paling banyak dua gol.
Dengan torehan baru Luis Milla dan fakta 30 gol bersarang ke gawang Persib, masih pantaskah berbicara soal gelar juara Liga 1 musim ini. (*)