SuaraSoreang.id - Ketua Umum PSSI yang baru, Erick Thohir, mengumpulkan seluruh peserta Liga 1 dan Liga 2, dalam sarasehan yang digelar di Surabaya (4/3/2023).
Pertemuan ini, sudah dijanjikan Erick Thohir, sejak belum terpilih menjadi orang nomor satu di dunia sepakbola Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kondisi sepakbola nasional, pasca tragedi Kanjuruhan.
Sebelumnya, Erick Thohir mengeluarkan beberapa janji seandainya menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Beberapa diantaranya adalah melanjutkan Liga 1 dan Liga 2, penggunaan Var di Liga 1, dan membenahi kualitas wasit.
Tetapi hasil sarasehan yang dilakukan di Kota Pahlawan ini, berbeda dengan harapan masyarakat. Seperti dikutip dari unggahan akun Twitter @MafiaWasit pada Sabtu (4/3/2023).
“RIP Janji Nyali. Liga 2 Has ended!!” begitu yang tertulis pada cuitan Twitter @MafiaWasit.
Selain tetap diberhentikannya Liga 2, hasil sarasehan juga menyebutkan bahwa Liga 1 tetap berlanjut tanpa sistem degradasi.
Banyak yang menganggap, tidak berlanjutnya Liga 2 ini karena keputusan mayoritas klub peserta. Tetapi Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSIS belum bisa berbuat lebih.
“Saatnya Pak @erickthohir berani bilang TIDAK utk para klub yg ga mau diajak lari ke depan mengejar sepakbola negara tetangga!!” bunyi cuitan lanjutan dari akun Twitter @MafiaWasit.
Keputusan ini membuat netizen geram. Para pecinta sepakbola Indonesia menganggap Erick Thohir yang belum genap menjabat sebagai Ketua Umum PSIS, ingkar janji.
“Janji tinggal janji. Satu janji sudah diingkari. Bersiaplah utk kembali di PHP massal. Habis ini klo yg bersangkutan jadi Capres/ Cawapres, PSSI ditinggal” balasan dari akun @KConk1Dhe**
“Rung ono 2 sasi wes mblenjani janji.. @erickthohir (belum ada 2 bulan sudah mengingkari janji),” balas akun @AmirDwi**
Sumber : Twitter @MafiaWasit