SUARA SOREANG - Sebuah laporan hasil survei menunjukkan bahwa Generasi Z (Gen Z) merasa tidak nyaman untuk meninggalkan pekerjaan mereka, bahkan saat sedang berlibur.
Dalam hasil survei Workforce Confidence Index oleh LinkedIn, menyebut lebih dari 9.000 profesional di Amerika Serikat menjadi subjek survei ini, mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan.
Perbandingan antara Gen Z dan generasi baby boomers dalam hal perasaan terhadap cuti kerja menjadi menarik.
Generasi baby boomers cenderung merasa bahagia dan menikmati saat cuti, sementara Gen Z justru merasa bersalah ketika harus mengambil waktu untuk beristirahat.
Meskipun begitu, George Andres dari LinkedIn mengajukan pemahaman atas perasaan ini, terutama karena Gen Z masih berada dalam tahap awal karier mereka.
"Bagi para profesional muda, mereka masih dalam tahap pembentukan karier. Mereka berusaha untuk membangun kepercayaan dari atasan dengan dedikasi dalam bekerja," kata George.
Namun, masalah ini tidak hanya menghantui Gen Z. Generasi Millennial saat ini juga mengalami rasa takut yang serupa dalam mengambil cuti kerja untuk berlibur.
Alasannya pun bervariasi, mulai dari beban kerja yang tinggi, masalah finansial, hingga kekhawatiran akan tertinggal dalam pekerjaan.
Disebutkan 35 persen dari karyawan Gen Z merasa bersalah jika mereka harus cuti, sementara hanya 22 persen dari generasi senior (boomers) yang merasakan perasaan yang sama.
Gen Z merasa bersalah meninggalkan pekerjaan dan bahkan masih tergoda untuk memeriksa email selama cuti.
"Terlalu sering kita mengutamakan hal-hal yang terasa 'mendesak' daripada hal-hal yang sebenarnya 'penting' bagi kita. Justru liburan adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan," kata George Anders. (*)