Lee Chong Wei: Indonesia Belum Temukan Pengganti Taufik Hidayat

Reky Kalumata | Arief Apriadi
Lee Chong Wei: Indonesia Belum Temukan Pengganti Taufik Hidayat
Pebulutangkis Malaysia Lee Chong Wei mengembalikan bola saat menghadapi Anders Antonsen di Indonesia Open 2018. ADEK BERRY / AFP

Bukan hanya Malaysia yang kesulitan mencari regenerasi pebulutangkis berkualitas

Suara.com - Pebulutangkis kawakan Lee Chong Wei , mengakui sulitnya regenerasi atlet bulutangkis Malaysia yang bisa mencapai level dunia. Namun bukan hanya Malaysia, Indonesia dan Cina disebutnya juga kesulitan mendapatkan regenerasi pebulutangkis berkualitas.

Berbicara kepada The Star, Lee Chong Wei menyebut para pebulutangkis Malaysia sejatinya sudah bekerja keras untuk mencapai level tertinggi. Namun, hasilnya memang belum terlihat dan membutuhkan sedikit kesabaran.

"Saya berharap para pemain tidak terlalu keras kepada diri mereka sendiri. Mereka semua telah bekerja keras dan berkorban. Jika tidak, mengapa mereka rela berkeringat tujuh jam sehari?," ujar Lee Chong Wei.

Atlet 36 tahun itu juga turut membandingkan proses regenerasi atlet Malaysia dengan negara-negara yang kental akan olahraga tepok bulu seperti Cina dan Indonesia.

Menurut Chong Wei, bukan hanya Malaysia yang tengah kesulitan mencari regenerasi pebulutangkis berkualitas, tapi Indonesia dan Cina juga disebutnya turut mengalaminya, terkhusus dalam menemukan bibit terbaik di sektor tunggal putra.

Meskipun beberapa tunggal putra muda mulai bermunculan dari Indonesia dan Cina, seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Shi Yuqi, Lee Chong Wei menganggap kedua negara itu masih kesulitan mencari talenta terbaik.

Cina disebutnya tak benar-benar menemukan talenta hebat seperti Lin Dan. Sementara Indonesia disebut Chong Wei masih belum menemukan pengganti sepadan mantan tunggal putra terbaik dunia, Taufik Hidayat .

"Cina sedang berjuang untuk menemukan Lin Dan baru, sementara Indonesia belum menemukan Taufik Hidayat yang lain," ujar Lee Chong Wei.

"Hal-hal seperti itu akan memakan waktu dan tidak semua pemain bisa melakukannya dalam waktu singkat, dan beberapa diantaranya mungkin tidak berhasil sama sekali," imbuhnya.

Peraih tiga medali perak Olimpiade itu pun berharap BAM selaku asosiasi bulutangkis Malaysia bisa mengerti tentang proses tersebut. Dirinya ingin pemain dan federasi bisa bekerja sama menemukan solusi tepat.

"Saya berharap BAM akan memiliki pemahaman tentang pemain mereka. Dan para pemain, yang tidak mampu mengatasi tekanan, harus berdiskusi dengan manajemen. Kita harus bekerja sama," tukasnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS