Kisruh Postur Pemain Asing, Fictor Roring: Seharusnya IBL Bisa Melihat

RR Ukirsari Manggalani | Arief Apriadi
Penampilan Pelita Jaya Basketball, sebagai ilustrasi. Kali ini melawan Satria Muda Pertamina Jakarta dalam lanjutan Seri II IBL 2018/2019 di Britama Arena, Jakarta [Dok. IBL].
Penampilan Pelita Jaya Basketball, sebagai ilustrasi. Kali ini melawan Satria Muda Pertamina Jakarta dalam lanjutan Seri II IBL 2018/2019 di Britama Arena, Jakarta [Dok. IBL].

IBL diharapkan mampu merespon kegundahan para tim terkait kisruh postur pemain asing.

Suara.com - Pelatih Pelita Jaya Basketball, Fictor Gideon Roring, beranggapan jika pihak Indonesian Basketball League (IBL) seharusnya bisa melihat dan merespon kegundahan tim-tim peserta terkait kisruh tinggi badan pemain asing.

Persoalan postur pemain asing tengah memanas setelah IBL memutuskan untuk mencoret legiun asing baru milik Hangtuah, Brysean Perine Bryquis.

Pebasket 30 tahun itu disebut memiliki tinggi badan 189 cm atau lebih satu centimeter dari regulasi pemain asing bertipe small man yang telah ditetapkan IBL.

Hangtuah sendiri sudah pasrah terkait pencoretan Brysean Perine Bryquis. Namun, bola panas kembali bergulir usai Pelita Jaya Basketball melayangkan surat resmi kepada IBL untuk mengusut tinggi badan pemain asing milik Stapac Jakarta, Kendal L. Yancy.

Legiun asing Stapac Jakarta, Kendal L. Yancy (kiri), mencoba melewati hadangan pebasket Pasific Caesar Surabaya, Ananda Caesar (kanan), dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2018-2019 di GOR Pasific, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019). [Antara/Moch Asim]
Legiun asing Stapac Jakarta, Kendal L. Yancy (kiri), mencoba melewati hadangan pebasket Pasific Caesar Surabaya, Ananda Caesar (kanan), dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2018-2019 di GOR Pasific, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019). [Antara/Moch Asim].

Kendal L. Yancy yang bergabung bersama Stapac Jakarta sejak seri pertama di Semarang untuk menggantikan posisi Jordin Mayes yang cedera, dianggap Pelita Jaya juga memiliki postur tubuh yang berbenturan dengan regulasi IBL.

"Seharusnya mereka (IBL) 'kan bisa melihat (memperhatikan) juga. Karena omongan ini (soal tinggi badan Kendal L. Yancy) sudah jadi omongan off the court," kata Fictor Gideon Roring saat dihubungi Suara.com, Selasa (12/2/2019) malam WIB.

"Kami sudah obrolkan ini dengan beberapa tim lain, kok. Akan tetapi memang tidak ada yang mempertanyakan secara resmi seperti Pelita Jaya. Toh tidak ada salahnya juga (meminta IBL mengukur ulang tinggi Kendal L. Yancy)," imbuh lelaki yang sekaligus menjadi pelatih Timnas basket putra Indonesia.

IBL sendiri sebelumnya telah menolak permintaan Pelita Jaya untuk mengukur ulang Kendal L. Yancy. Hasan Gozali selaku Direktur IBL menyebut data terkait postur tubuh Kendal L. Yancy sudah valid dan tak diperlukan pengukuran ulang.

"Waktu di (seri) Malang, manajer kami, Budi (Nugroho Budi Cahyono) sudah berkomunikasi secara lisan dengan Hasan (Gozali). Namun yang pasti dia bilang: buat saja surat secara resmi. Kalau sudah disuruh buat surat secara resmi, berarti mereka 'kan sudah setuju seharusnya. Lucu juga ini," tukas Fictor Gideon Roring.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS