Richard Mainaky 'Sentil' Praveen Cs, Diminta Tiru Tontowi Ahmad

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Richard Mainaky 'Sentil' Praveen Cs, Diminta Tiru Tontowi Ahmad
Pebulutangkis putra spesialis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad (kanan), menjalani latihan bersama rekan-rekannya di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Saya tak mau menjelekkan atlet saya, tapi harus saya katakan inilah kendalanya," ujar Richard Mainaky.

Suara.com - Richard Mainaky berharap anak latihnya di sektor ganda campuran bisa bersikap dewasa. Praveen Jordan cs diminta meniru atlet senior Tontowi Ahmad perihal kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

Selepas ditinggal pensiun Liliyana Natsir, Richard menilai sektor ganda campuran PBSI mengalami banyak perubahan.

Mayoritas atlet disebutnya tak memiliki tanggung jawab pada diri sendiri.

Sementara itu, Tontowi yang merupakan eks partner Liliyana, dianggap Richard masih memegang teguh prinsip tanggung jawab.

Sebagai pemain senior, sikap Owi—sapaan akrab Tontowi—dianggap patut ditiru para pemain muda.

"Kalau Owi telat, dia itu WhatsApp saya. Saat datang ke lapangan latihan, dia itu setengah lari sambil menenteng sepatunya," ujar Richard Mainaky ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2019).

"Kalau anak-anak yang lain itu, kalau telat malah santai. Kalau pemanasan, disuruh tiga kali baru bergerak. Saya tak mau menjelekkan atlet saya, tapi harus saya katakan inilah kendalanya," pelatih asal Ternate ini menambahkan.

Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Richard Mainaky berharap, isu mengenai indisipliner dan kurangnya tanggung jawab diantara anak latihnya bisa segera dibenahi.

Pasalnya, ia khawatir target meloloskan dua wakil ke Olimpiade 2020 tak tercapai dengan adanya masalah tersebut.

"Itu memang risiko seorang pelatih. Tapi, kalau atlet bisa bertanggung jawab dengan diri sendiri, mereka bisa menjadi pemain level atas," tutur Richard Mainaky.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS