Priscilla Harap Pemerintahan Periode II Jokowi Bawa Perubahan di Olahraga

Syaiful Rachman | Arief Apriadi
Priscilla Harap Pemerintahan Periode II Jokowi Bawa Perubahan di Olahraga
Pebasket putri Priscilla Anabelle Karen di Istora Senayan, Jakarta. [Suara.com/Arief Apriadi]

Karen menilai dunia olahraga Indonesia masih membutuhkan perhatian pemerintah.

Suara.com - Pebasket putri Priscilla Anabelle Karen berharap pemerintahan Indonesia di bawah Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Maruf Amin bisa membawa perubahan di dunia olahraga nasional.

Jokowi dan Maruf Amin akan segera dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019). Upacara pelantikan akan berlangsung di Gedung DPR dan MPR RI, Senayan, Jakarta.

Karen menilai dunia olahraga Indonesia masih membutuhkan banyak perhatian dari pemerintah. Presiden Jokwi bersama Kabinet Kerja Jilid II, diharapkan bisa memberi kesejahteraan atlet dan fasilitas olahraga di banyak daerah.

"Sebenarnya Presiden Jokowi ini melanjutkan tugas dia sebelumnya. Jadi ya kalau menurut saya, segala program yang sudah direncanakan harus bisa dilanjutkan dan berhasil. Khususnya yang menyangkut atlet, agar lebih diperhatikan" ujar Karen saat dihubungi Suara.com, Sabtu (19/10/2019).

"Atlet Indonesia ini sebenarnya banyak yang bertalenta, tapi dari segi fasilitas saya rasa masih kurang diperhatikan. Hanya beberapa wilayah, khususnya kota-kota besar yang diperhatikan," sambungnya.

Lebih jauh, Karen yang merupakan pemain Timnas basket putri di Asian Games 2018 tak menampik perhatian pemerintah sudah cukup baik dalam beberapa tahun terakhir.

Terbukti, di Asian Games 2018, kontingen Indonesia mampu tampil garang dengan menduduki peringkat empat klasemen akhir perolehan medali.

Tim Merah Putih duduk diperingkat keempat atau menjadi yang terbaik di antara wakil-wakil negara Asia Tenggara, dengan raihan 98 medali dengan rincian 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

Namun, berbagai kasus yang terjadi, salah satunya terkait penelantaran venue-venue besar, disebut Karen, secara tak langsung membuat hak atlet untuk mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan seperti dikebiri.

"Sejauh ini sih sudah diperhatikan, cuma mungkin seperti tempat fasilitas, seperti (Wisma Atlet) Hambalang dan sebagainya itu banyak yang ditelantarkan," beber Karen.

"Venue-venue sudah dibuat, menghabiskan anggaran, tapi tidak jadi apa-apa. Intinya tidak bisa sepenuhnya dimanfaatkan," pungkas pemain Scorpio Jakarta.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS