Jorge Lorenzo: Ducati Terlalu Sibuk Cari Pembalap, Bukan Kembangkan Motor

Angga Roni Priambodo, Cesar Uji Tawakal

Selasa, 19 Mei 2020 | 22:03 WIB
Jorge Lorenzo: Ducati Terlalu Sibuk Cari Pembalap, Bukan Kembangkan Motor
Jorge Lorenzo saat menjalani tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, sebagai pebalap penguji Yamaha, Minggu (9/2/2020). [AFP/Mohd Rasfan]

Suara.com - Pensiunan pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo lagi-lagi membuat komentar pedas.

Dilasir dari GP One, eks pembalap tim pabrikan Ducati ini membuat kritik tajam terhadap mantan timnya.

Menurutnya tim tersebut terlalu sibuk mencari pembalap potensial dan tak berfokus untuk mengembangkan motor unggulan.

"Dengan Yamaha, saya bisa cepat sejak mulai balapan. Motor itu memang dikembangkan untuk saya dan saya bisa memaksimalkannya. Itu hal yang alami. Namun tidak dengan Ducati." tuturnya.

"Saya harus beradaptasi dan tak bisa mengendarai motor ini secara natural. Jika saya tetap bersama Ducati, bisa saja saya bersaing merebut gelar." imbuhnya.

Mantan pebalap MotoGP asal Spanyol, Jorge Lorenzo, tersenyum lega usai bisa kembali ke kediamannya di Lugano, Swiss. [Instagram@jorgelorenzo99]
Mantan pebalap MotoGP asal Spanyol, Jorge Lorenzo, tersenyum lega usai bisa kembali ke kediamannya di Lugano, Swiss. [Instagram@jorgelorenzo99]

Namun pembalap asal Spanyol ini merasa bahwa tim tersebut keburu mendepaknya karena bayaran yang terlalu tinggi.

"Saya merasa ada yang kurang dengan motornya. Motor ini kurang lembut dan telalu melelahkan. Saat mereka mengembangkan motor ini sesuai permintaan saya, saya menjadi cukup kuat." tutur eks pembalap yang pernah juara dunia bersama Yamaha ini.

"Namun mereka pernah bilang, bahkan Danilo Petrucci bisa finis urutan 7 dan dia dibayar 10 kali lebih sedikit. Mereka fokus terhadap hal itu dan bukannya fokus ada membuat motor agar kompetitif." lanjutnya.

Setidaknya motor dari Ducati terasa lebih baik daripada Honda menurut pembalap tersebut.

baca juga

"Saya menemukan motor yang tak pernah membuat saya merasa nyaman dengan ukurannya. Saya memberi tahu para teknisi dan mereka terkejut." kata juara dunia lima kali ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos MotoGP Ungkap Balapan Asia Tak Bakal Dihelat Tanpa Penonton

Bos MotoGP Ungkap Balapan Asia Tak Bakal Dihelat Tanpa Penonton

Sport | Selasa, 19 Mei 2020 | 19:51 WIB

Agenda Ditunda, Promotor MotoGP Prancis Inginkan Balap di Bulan Oktober

Agenda Ditunda, Promotor MotoGP Prancis Inginkan Balap di Bulan Oktober

Sport | Selasa, 19 Mei 2020 | 09:47 WIB

Carmelo Ezpeleta: Balapan Tak Dihentikan Jika Ada yang Positif Corona

Carmelo Ezpeleta: Balapan Tak Dihentikan Jika Ada yang Positif Corona

Sport | Senin, 18 Mei 2020 | 17:31 WIB

Terkini

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

Health | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Profil Sally Rooney, Penulis yang Bukunya Dilarang di Inggris Karena Pro Palestina

Profil Sally Rooney, Penulis yang Bukunya Dilarang di Inggris Karena Pro Palestina

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Mensos: Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

Mensos: Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Konsolidasi Program Kemensos, Gus Ipul Ingatkan Tiga Mandat Presiden

Konsolidasi Program Kemensos, Gus Ipul Ingatkan Tiga Mandat Presiden

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Seni Menikmati Hidup Tanpa Harus Produktif Lewat Tren "Nonna Maxxing"

Seni Menikmati Hidup Tanpa Harus Produktif Lewat Tren "Nonna Maxxing"

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:17 WIB

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×