Atlet Panjat Tebing Bali Terima Medali Emas meski Penyintas COVID-19

Rully Fauzi

Senin, 04 Oktober 2021 | 23:58 WIB
Atlet Panjat Tebing Bali Terima Medali Emas meski Penyintas COVID-19
Atlet panjat tebing Bali peraih medali emas PON XX Papua 2021, Desak Made Rita Kusuma Dewi (kanan). [ANTARA/Abdu Faisal]

Suara.com - Atlet panjat tebing dari Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi membuktikan diri bahwa penyintas COVID-19 tetap bisa berprestasi dan menerima medali emas kejuaraan PON XX Papua 2021 untuk nomor speed world record perorangan putri, Senin (4/10/2021).

Rita mengaku tertular COVID-19 setelah sebelumnya mengikuti kejuaraan Piala Dunia Panjat Tebing di Villars, Swiss sekitar tiga bulan lalu.

Ia pun mengatakan kemungkinan tertular COVID-19 karena kondisi tubuhnya sedang tidak prima, sehingga ia mengalami batuk-batuk serta demam sekitar sebulan dan harus menjalani karantina di Swiss.

Setelah masa karantina itu selesai, ia akhirnya pulang ke Indonesia. Namun di Indonesia, Rita tetap harus mengikuti karantina repatriasi lagi sekitar delapan hari.

"Saat itu saya harus menjalani pemusatan latihan menjelang persiapan PON Papua. Tapi saya harus mengulang lagi semua latihan dari nol selama kurang lebih 2-3 bulan," kata Rita.

Jika dibandingkan dengan atlet lain yang mengikuti pemusatan latihan menjelang PON Papua, ia mengaku sudah banyak ketinggalan dari segi persiapan.

"Ya jelas, memanjatnya jadi berat. Mengulang dari awal latihan, mengulang dari awal," ujar Rita.

Namun semua itu tidak membuat Rita patah arang. Baginya, kesuksesan akan diraih apabila seseorang fokus, semangat dan bekerja keras dalam berlatih.

Ketertinggalan dari segi persiapan masih bisa diupayakan untuk dikejar, kata Rita, asalkan seseorang tidak gampang menyerah.

Kalahkan Pemecah Rekor

Perempuan berusia 20 tahun itu mengaku puas karena akhirnya mampu meraih medali emas PON untuk pertama kali dalam kariernya, melalui pertandingan final nomor speed world record di Mimika, Papua, Jumat (1/10) lalu.

Rita meraih medali emas setelah mengalahkan Rajiah Sallsabilla dari Banten dalam pertandingan yang berat.

Pada laga semifinal, Rajiah memanjat sangat cepat, bahkan mengalahkan rekor dunia yang diraih oleh Alexandra Mirosaw dari Lublin, Polandia di Olimpiade Tokyo 2020. Rajiah mencatatkan waktu 6,74 detik dan mengalahkan catatan waktu Alexandr,a yaitu 6,84 detik.

"Untuk kak Billa sendiri memang luar biasa, pemanjatannya sangat lincah banget. Berulang kali memecahkan rekor," tutur Rita.

Namun Rita sekali lagi menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diraih apabila seseorang terus fokus dan menjaga semangat.

Hasilnya pun terlihat, Rita meraih catatan waktu 7,001 detik saat melaju di jalur kedua (Lane B), mengalahkan Billa yang meraih catatan waktu 8,151 detik saat melaju di jalur pertama (Lane A).

Catatan waktu Rita memang tampak semakin baik sejak babak perempat final ketika melawan Mudji Mulyani. Rita mengalahkan Mudji dengan catatan waktu 7,601 detik berbanding 8,617 detik.

Di semifinal, catatan waktunya bertambah baik saat mengalahkan juara dunia panjat tebing nomor speed perorangan putri Aries Susanti Rahayu dari Jawa Tengah.

Rita yang melaju dari Lane B menaklukkan Aries yang melaju di Lane A dengan catatan waktu 7,376 detik berbanding 11,167 detik.

Aries Susanti Rahayu kalah start dari Desak Made Rita Kusuma Dewi yang melaju dengan baik sejak awal hingga sampai ke puncak tebing.

Untuk itu, atlet putri yang lahir 24 Januari 2001 itu pun mengucapkan terima kasih, dan ia mempersembahkan kemenangan itu kepada seluruh masyarakat Bali yang sudah ikut mendoakan dan mendukungnya hingga saat ini.

"Untuk masyarakat Bali, terima kasih banyak atas dukungannya," ungkap Rita.

Sementara itu, pelatih panjat tebing kontingen Bali Suhardi berharap emas pertama itu akan menjadi motivasi tambahan bagi Rita yang akan bertanding kembali untuk merebut medali emas lainnya dari nomor combine.

Ia mengatakan Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali menargetkan tiga medali emas kepada kontingen Bali. Sementara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali menargetkan dua medali emas. 

"Tapi baru dapat satu. Mudah-mudahan yang dua menyusul, dan Desak (Made Rita) sendiri juga akan turun di nomor combine. Mudah-mudahan di combine juga bisa mempersembahkan medali," harap Suhardi

Ia juga berharap pencapaian di PON Papua ini bisa menjadi tolok ukur bagi Rita yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade 2024 di Paris.

"Mudah-mudahan ke depan prestasinya bisa terus bersinar. Apalagi dia diproyeksikan untuk Olimpiade. Mudah-mudahan kesehatan, fisik dan semangatnya tetap terjaga sehingga harapan Indonesia pada Desak bisa terwujud di Olimpiade 2024," tandas Suhardi.

[Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Atlet di PON Papua 2021 Terbukti Positif Doping

5 Atlet di PON Papua 2021 Terbukti Positif Doping

Sport | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 18:32 WIB

Juara PON hingga Langganan SEA Games Ramaikan Event Duathlon di Labuan Bajo

Juara PON hingga Langganan SEA Games Ramaikan Event Duathlon di Labuan Bajo

Sport | Kamis, 01 September 2022 | 14:35 WIB

Terkini

Wamensos Minta Sentra dan Sentra Terpadu Optimalkan Layanan dan Dukung Penuh Sekolah Rakyat

Wamensos Minta Sentra dan Sentra Terpadu Optimalkan Layanan dan Dukung Penuh Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Hadiah Umrah, Motor Listrik dan Voucher Belanja di Jalan Sehat Hari Jadi Sulsel ke-357

Hadiah Umrah, Motor Listrik dan Voucher Belanja di Jalan Sehat Hari Jadi Sulsel ke-357

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Persib U-18 dan The Jakmania Jadi Korban Kekerasan, Shin Tae-yong Desak Hukuman Berat

Persib U-18 dan The Jakmania Jadi Korban Kekerasan, Shin Tae-yong Desak Hukuman Berat

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Diancam MSCI Turun Kasta, OJK: Pasar Modal RI Masih Prospektif!

Diancam MSCI Turun Kasta, OJK: Pasar Modal RI Masih Prospektif!

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:24 WIB

PlatinumGames Ingin Perluas Dunia Bayonetta, Game Baru Menyusul?

PlatinumGames Ingin Perluas Dunia Bayonetta, Game Baru Menyusul?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Atasi Risiko Kekeringan, Petani Mulai Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya

Atasi Risiko Kekeringan, Petani Mulai Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Ini Shade Skin Tint Wardah yang Pas untuk Kulit Sawo Matang Supaya Nggak Abu-Abu

Ini Shade Skin Tint Wardah yang Pas untuk Kulit Sawo Matang Supaya Nggak Abu-Abu

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Media Asia Hingga Eropa Sorot Langit Merah Kalimantan Imbas Kebakaran Hutan

Media Asia Hingga Eropa Sorot Langit Merah Kalimantan Imbas Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Belum Bicara soal Nasib Suharyanto

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Belum Bicara soal Nasib Suharyanto

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Siapa Aron Ashab? Viral Ngaku Diculik, Disiksa, dan Dipenjara selama Setahun

Siapa Aron Ashab? Viral Ngaku Diculik, Disiksa, dan Dipenjara selama Setahun

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:10 WIB

×