Heboh Soal MotoGP Terancam Batal Digelar di Indonesia karena WADA, Menpora Angkat Bicara

Yasinta Rahmawati, Gagah Radhitya Widiaseno

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 15:18 WIB
Heboh Soal MotoGP Terancam Batal Digelar di Indonesia karena WADA, Menpora Angkat Bicara
Proyek sirkuit Mandalika (Antara)

Suara.com - Beberapa waktu lalu heboh kabar bahwa Indonesia terancam sanksi dari Badan Anti-Doping Internasional WADA. Hal ini membuat Indonesia terancam batal menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional, termasuk MotoGP.

WADA menganggap Indonesia tidak patuh dalam menerapkan program dan pengujian efektif anti-doping oleh Badan Anti-Doping Dunia.

Indonesia tidak sendirian. Ternyata masih ada dua negara lain yang ikut terkena sanksi yakni Korea Utara dan Thailand.

Perwakilan dari tiga negara tidak memenuhi syarat untuk duduk sebagai anggota dewan komite sampai negara mereka dipulihkan dalam jangka waktu satu tahun atau lebih.

Kabar ini pun terdengar sampai ke Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali.

Amali mengaku telah menerima surat dari WADA mengenai hal tersebut dan ia akan segera membuat klarifikasi mengapa sampai saat ini belum mengirimkan sample.

"Hari ini kami langsung koordinasi dengan LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia) untuk menanyakan di mana poisisi kita sampai dikatakan tidak patuh itu. Ini lebih kepada pengiriman sample, jadi karena pengiriman sample kita," kata Amali saat jumpa pers virtual, Jumat (8/10/2021).

Menpora Zainudin Amali, didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, di Mimika Sport Centre, Mimika, Senin (4/10/2021). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Menpora Zainudin Amali, didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, di Mimika Sport Centre, Mimika, Senin (4/10/2021). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Amali menjelaskan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pengiriman sample belum bisa dilakukan. Tidak ada kegiatan olahraga selama pandemi sehingga pengambilan sample sulit dilakukan.

"Pada 2020 kita memang merencanakan akan memberikan sample yang kita buat perencanaannya pada sebelumnya. Tetapi kita tidak menyangka bahwa pada bulan Maret kita terkena Covid-19, dan itu berkepanjangan, bahkan sampai sekarang, sehingga tidak ada kegiatan-kegiatan olahraga yang bisa kita jadikan sample untuk anti doping pada saat pelaksanaan kegiatan itu," jelasnya.

baca juga

"Nah ini yang menyebabkan tidak terpenuhi sample itu. Kemudian kan kenapa tidak terpenuhi? karena direncanakan waktu itu sample itu by name, jadi tidak boleh berubah. Sementara yang sudah direncanakan untuk diambil samplenya itu ada yang dia ke luar negeri, maksudnya bertanding ya, baik kualifikasi Olimpiade maupun kejuaraan single event lainnya, sehingga itu juga menyulitkan," sambungnya.

Amali meyakini jika sudah mengirimkan klarifikasi ini, WADA bisa mengerti situasi dan kondisi pandemi Covid-19.

"Jadi ini lebih kepada doping plan kita, jadi karena kejadian Covid-19 sehingga tidak bisa kita lakukan sesuai dengan apa yang sudah kita kirimkan. Kan, setiap tahun itu harus mengirimkan, kemudian itu menjadi pegangan WADA dan akan disesuaikan apakah Indonesia ini sesuai dengan perencanaanya atau tidak," Amali menambahkan.

"Saya optimis kalau ini clear ya setelah kita komunikasi untuk 2021 ini bisa terpenuhi dengan sample-sample doping atau anti doping yang diambil dari pelaksanaan PON, kan ini banyak ya, banyak nomor pertandingan, banyak sample yang bisa diambil, sehingga saya tidak khawatir, tapi ini harus dijelaskan."

"Jadi itu sih inti dari WADA mengeluarkan surat kepada Indonesia, kira-kira surat teguranlah kalau bahasa kita di sini, kita ditegur, tidak mematuhi, tetapi kita klarifikasi dan kita nyatakan kita bisa, saya kira ini akan bisa clear lagi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fabio Quartararo Bertekad Menangi Gelar di Misano, Begini Sesumbarnya

Fabio Quartararo Bertekad Menangi Gelar di Misano, Begini Sesumbarnya

Sport | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 19:31 WIB

MotoGP Rilis Kalender Provisional, Sirkuit Mandalika Jadi Tuan Rumah Seri 2

MotoGP Rilis Kalender Provisional, Sirkuit Mandalika Jadi Tuan Rumah Seri 2

Your Say | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 18:42 WIB

Waduh! WSBK dan MotoGP Terancam Batal Digelar di Indonesia, Kok Bisa?

Waduh! WSBK dan MotoGP Terancam Batal Digelar di Indonesia, Kok Bisa?

Sport | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Terkini

Kata-kata Kesal Bupati Siak Protes Video Tanam Pohon di Bekas Kebakaran Hutan Dihapus TikTok

Kata-kata Kesal Bupati Siak Protes Video Tanam Pohon di Bekas Kebakaran Hutan Dihapus TikTok

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Sah! Tiket Pesawat Nataru 2026 Bebas PPN 100 Persen, Cek Syarat dan Tanggalnya!

Sah! Tiket Pesawat Nataru 2026 Bebas PPN 100 Persen, Cek Syarat dan Tanggalnya!

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Hiroshi Tsuchida, Seiyuu Grisha Yeager Attack on Titan, Meninggal Dunia

Hiroshi Tsuchida, Seiyuu Grisha Yeager Attack on Titan, Meninggal Dunia

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Dukung Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan Lagi 2027, DPR Soroti Lulusan SD Belum Lancar Baca

Dukung Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan Lagi 2027, DPR Soroti Lulusan SD Belum Lancar Baca

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Konten Kreator Medan Ngaku Ditawari Rp80 Juta agar Tak Bahas Karhutla Dipolisikan

Konten Kreator Medan Ngaku Ditawari Rp80 Juta agar Tak Bahas Karhutla Dipolisikan

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Mengapa Ambisi Biodiesel Indonesia Perlu Mempertimbangkan Risiko Ekologis?

Mengapa Ambisi Biodiesel Indonesia Perlu Mempertimbangkan Risiko Ekologis?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:27 WIB

HUT Golkar: Merefleksikan Sejarah, Merawat Kepercayaan, dan Meneguhkan Pengabdian

HUT Golkar: Merefleksikan Sejarah, Merawat Kepercayaan, dan Meneguhkan Pengabdian

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:27 WIB

PDIP Tepis Jokowi Soal Operasi Politik Isu Pemakzulan Gibran: Tak Usah Sandiwara Terlalu Panjang!

PDIP Tepis Jokowi Soal Operasi Politik Isu Pemakzulan Gibran: Tak Usah Sandiwara Terlalu Panjang!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:26 WIB

Guru Besar UGM Soroti Risiko MSCI Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

Guru Besar UGM Soroti Risiko MSCI Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Bawa Konsep Girl Hero! IVE Unjuk Dominasi Diri Lewat Lagu Looks Can Kill

Bawa Konsep Girl Hero! IVE Unjuk Dominasi Diri Lewat Lagu Looks Can Kill

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:25 WIB

×