facebook

Agung Firman Bantah PBSI Krisis Keuangan

Arief Apriadi
Agung Firman Bantah PBSI Krisis Keuangan
Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna memberikan keterangan pers tentang tim bulu tangkis Indonesia yang tidak diperbolehkan melanjutkan pertandingan pada turnamen All England 2021 di Jakarta, Kamis (18/3/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Tudingan PBSI tak punya uang muncul setelah mereka membatalkan keikutsertaan atlet-atletnya ke Kejuaraan Dunia 2021 lalu.

Suara.com - Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna membantah keras tudingan yang menyebut organisasi bulu tangkis nasional itu tengah mengalami krisis keuangan. Dia menegaskan, aspek finansial PBSI justru sangat baik.

Isu PBSI kekurangan uang mencuat setelah mereka secara mendadak menarik seluruh pebulu tangkisnya dari Kejuaraan Dunia 2021. Saat itu, alasan PBSI adalah menjaga kesehatan dan keselamatan atlet di tengah menyebarnya varian baru Covid-19 Omicron.

"Keuangan kita saat ini sangat baik, bukan hanya baik. Kontrak kami dengan dua sponsor utama adalah empat tahun," tegas Agung di sela-sela Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Senin (10/1/2022).

Menurut Agung Firman, tudingan PBSI krisis keuangan tidak berdasar karena faktanya mereka mampu menggelar tiga turnamen beruntun bertajuk Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali pada 16 November hingga 5 Desember 2021 lalu.

Baca Juga: 10 Pebulu Tangkis Tunggal Putra dengan Followers Terbanyak di Instagram

"Bagaimana ceritanya kita tidak punya dana hanya untuk mengirim pemain ke luar negeri. Untuk menggelar kejuaraan seperti Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali lalu yang dananya puluhan kali lebih besar saja mampu. Masak cuma mengirim pemain tidak mampu," tutur Agung.

Apalagi, dituturkan Agung, kucuran dana dari pemerintah yang rutin setiap tahun diterima juga mengalami peningkatan. Di sisi lain, PBSI disebutnya justru menjadi magnet sponsor akibat keberhasilan IBF lalu.

"Bisa saya sampaikan, dengan catatan prestasi tersebut, kini mulai mengantri sponsor-sponsor baru untuk mendukung PBSI. Jadi daripada bikin masalah dan ribut-ribut, bagi dunia usaha yang mau ikut, lebih baik mengajukan kepada kami untuk jadi sponsor," ucap Agung.

Hanya saja, menurut Agung, dunia usaha yang tertarik mau menjadi sponsor jangan mengatur. Posisinya hanya sebagai sponsor. Sementara operator dan sekaligus regulator tetap berada di tangan PBSI.

“Silakan bagi yang mau ikut corporate branding, akan diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siapa pun,” sebut Agung.

Baca Juga: Respons Jonatan Christie Cs Usai Bonus Piala Thomas "Disunat" PBSI

"Karenanya untuk melakukan character assassination, baik yang ditujukan kepada saya ataupun dengan menjelekkan PBSI, tidak akan menghalangi apa pun yang terus kami lakukan."

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar