- Fun Walk diikuti 700 peserta keluarga besar Nurul Fikri di CFD Margonda, Depok, pada Ahad 8 Februari 2026.
- Kegiatan ini dilaksanakan sebagai peringatan Milad 4 Windu (32 tahun) institusi pendidikan Nurul Fikri bertema Together in Steps.
- Acara tersebut menjadi momentum refleksi kematangan institusional dan penegasan semangat egaliterianisme antar warga sekolah.
Suara.com - Kawasan Car Free Day (CFD) Margonda, Depok, pada Ahad (8/2/2026) pagi dipadati oleh ratusan peserta berbalut nuansa kebersamaan. Sebanyak 700 orang dari keluarga besar Nurul Fikri tumpah ruah mengikuti kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memperingati Milad 4 Windu atau 32 tahun perjalanan institusi pendidikan tersebut.
Mengusung tema Together in Steps, Forever in Harmony, acara ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang diikuti oleh siswa, guru, orang tua, alumni, hingga karyawan dari berbagai unit di bawah naungan NF Group.
Mengambil rute yang dimulai dan diakhiri di Pesona Square, antusiasme peserta terbukti sangat tinggi.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat baik. Jumlah pendaftar terus meningkat sejak awal, dan sampai mendekati hari pelaksanaan masih banyak calon peserta yang menanyakan apakah pendaftaran masih dibuka,” ujar Ketua Panitia Milad, Teddy Azra.
Bagi Nurul Fikri, perayaan ini bukan sekadar seremoni. Ketua Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Umat (YPPU) Nurul Fikri, Muhammad Ichsan menjelaskan bahwa usia 32 tahun adalah sebuah momentum refleksi dan penanda kematangan.
“Empat windu Nurul Fikri bukan sekadar penanda angka, tetapi fase kematangan institusional. Ini menjadi momentum evaluasi sejauh mana nilai-nilai awal pendirian tetap relevan sekaligus menyiapkan fondasi bagi generasi berikutnya,” ungkapnya.
Pemilihan Fun Walk sebagai kegiatan utama pun sarat akan makna filosofis. Menurut Ichsan, berjalan kaki bersama mencerminkan semangat egaliterianisme dan pentingnya kesehatan fisik untuk menopang ketahanan mental.
“Dalam kegiatan berjalan kaki, tidak ada sekat jabatan. Semua bergerak dengan kecepatan yang sama, di jalur yang sama, menuju tujuan yang sama. Ini mencerminkan egalitarianisme, sekaligus menegaskan pentingnya kesehatan fisik sebagai penopang ketahanan mental dan intelektual,” tambahnya.

Memasuki era disrupsi teknologi, Nurul Fikri juga melihat tantangan pendidikan yang kian kompleks.
Baca Juga: 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
“Di usia ini, tantangan pendidikan bukan lagi sekadar mengajarkan ‘apa’, tetapi ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’. Kita sedang mendidik generasi yang mandiri secara digital, namun rentan secara sosial-emosional. Karena itu, pendidikan ke depan harus lebih personal tanpa meninggalkan nilai akhlak yang menjadi fondasi,” jelas Ichsan.
Semangat dan makna kebersamaan ini pun dirasakan langsung oleh para peserta. Pitra Sari, salah satu orang tua siswa, mengaku memiliki ikatan emosional yang panjang dengan Nurul Fikri.
“Nurul Fikri bagi saya sudah punya nama besar. Sejak saya SMA dan ikut bimbel NF hingga alhamdulillah bisa masuk perguruan tinggi negeri, NF selalu konsisten di dunia pendidikan. Kegiatan Fun Walk ini sangat menyenangkan dan bermakna dalam memperingati 4 windu NF,” tuturnya.
Apresiasi serupa datang dari M. Fauzi Nur Abdullah, orang tua siswa lainnya, yang melihat simbolisme mendalam dari kegiatan ini.
“Luar biasa, meski cuaca kurang mendukung, seluruh peserta dari balita hingga anak SMP bisa berjalan bersama dari start sampai finis. Pemilihan jalan kaki ini menjadi simbol bahwa NF siap melanjutkan perjuangan besar ke arah yang lebih baik,” tutupnya.