- Brigjen Pol Victor Alexander Lateka ditetapkan sebagai Ketua Umum PABKI periode 2026–2030 di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
- Kepemimpinan baru ini bertujuan memperkuat legalitas, tata kelola organisasi, serta standarisasi keselamatan olahraga akurasi di Indonesia.
- Victor berkomitmen mentransformasi PABKI menjadi organisasi profesional yang inklusif untuk meningkatkan prestasi atlet di kancah internasional.
Suara.com - Peta jalan olahraga akurasi di Indonesia memasuki babak baru. Brigjen Pol Victor Alexander Lateka secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia atau PABKI, untuk masa bakti 2026–2030.
Langkah ini menandai era transformasi bagi disiplin olahraga yang menuntut konsentrasi tinggi dan presisi tersebut.
Penetapan resmi ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan PABKINomor 001/SK/PP-PABKI/5/2026.
Kehadiran figur dari kalangan kepolisian ini, diharapkan mampu membawa stabilitas serta penguatan legalitas bagi organisasi yang tengah berkembang pesat di tanah air.
Dalam seremoni yang berlangsung di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (16/5/2026), Victor menyatakan kesiapannya mengemban mandat besar ini.
Di hadapan para pengurus dan pegiat olahraga akurasi, ia menegaskan posisinya bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah komitmen untuk membawa PABKI ke level profesional yang lebih tinggi.
“Saya hari ini mendapat amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat PABKI. Saya terima dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab," kata Victor di Jakarta Selatan.

Visi Strategis: Menjadikan PABKI sebagai Rumah Bersama
Sebagai nakhoda baru, Victor melihat PABKI memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu cabang olahraga unggulan, yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Namun, ia menyadari fondasi yang kuat adalah syarat mutlak sebelum mengejar prestasi tinggi.
Baginya, PABKI harus bertransformasi dari sekadar komunitas hobi menjadi organisasi olahraga yang modern dan inklusif.
“Ini amanah, bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab menjaga kehormatan PABKI. Ini juga untuk memperkuat tata kelola serta memastikan olahraga akurasi bilah dan kapak bisa berkembang," kata Victor.
Lebih lanjut, ia menekankan inklusivitas menjadi kunci pertumbuhan organisasi. Victor menginginkan PABKI hadir sebagai payung besar bagi seluruh elemen yang terlibat dalam olahraga ini, mulai dari tingkat akar rumput hingga elite.
“Organisasi ini harus dibangun sebagai induk organisasi nasional. Jadi bukan sekadar komunitas, tapi rumah bersama bagi semua pengurus, klub, atlet, daerah serta siapa pun yang berminat olahraga akurasi bilah dan kapak," kata dia.
Lima Pilar Prioritas Kerja 2026–2030
Untuk mewujudkan visi tersebut, Brigjen Pol Victor Alexander Lateka telah merumuskan lima prioritas kerja yang akan menjadi kompas kepemimpinannya selama empat tahun ke depan.
Kelima pilar ini dirancang untuk menyentuh seluruh aspek fundamental organisasi:
- Penguatan Tata Kelola dan Legalitas: Victor berfokus pada pembenahan administrasi dan status hukum organisasi agar diakui secara luas oleh otoritas olahraga nasional dan internasional.
- Digitalisasi dan Penataan Data: Mengingat perkembangan zaman, PABKI akan mulai melakukan pendataan sistematis terhadap anggota, klub, hingga pengurus daerah guna memudahkan koordinasi dan penyelenggaraan event yang profesional.
- Standarisasi Keselamatan: Mengingat alat yang digunakan dalam olahraga ini memiliki risiko tinggi, penegakan prinsip keselamatan (safety) akan menjadi standar operasional prosedur (SOP) wajib dalam setiap sesi latihan maupun kompetisi.
- Sistem Pembinaan Berjenjang: PABKI akan membangun jalur prestasi yang jelas, mulai dari rekrutmen di tingkat klub hingga pembinaan atlet nasional yang berkelanjutan.
- Peningkatan Reputasi: Membangun citra positif bahwa olahraga akurasi bilah dan kapak adalah disiplin yang menjunjung tinggi sportifitas, edukasi, dan prestasi.
Komitmen Terhadap Keselamatan dan Disiplin
Dunia olahraga akurasi bilah dan kapak memang unik dan menantang. Faktor keamanan menjadi sorotan utama bagi Victor.
Ia menegaskan, disiplin dalam menjaga standar keamanan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam masa kepemimpinannya. Tanpa adanya aspek keselamatan yang terjamin, prestasi yang diraih akan kehilangan maknanya.
“Tidak ada prestasi tanpa keselamatan, itu yang ingin saya tegaskan. Tak ada organisasi yang besar tanpa tata kelola baik. Terakhir, tak ada reputasi nasional tanpa persatuan, disiplin serta kerja nyata."
Menutup arahannya, Victor mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem PABKI untuk menanggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi kemajuan bersama.
Ia menginginkan adanya harmonisasi langkah dari seluruh pengurus daerah untuk mencapai target-target besar yang telah ditetapkan.
“Saya ingin mengajak seluruh jajaran PABKI bergerak bersama. Tinggalkan ego sektoral, satukan langkah membangun PABKI dengan semangat manunggal."