- Ajang AirAsia HYROX Jakarta pada 27–28 Juni 2026 menguji fisik dan mental peserta melalui lari serta latihan fungsional.
- Kompetisi berskala besar ini melibatkan 11.500 peserta dalam kategori Singles, Doubles, dan Relay yang menuntut strategi kerja sama.
- Pemerintah Indonesia memproyeksikan kegiatan ini mampu memperkuat sektor sport tourism dengan mendatangkan ribuan peserta dari berbagai negara mancanegara.
Suara.com - Seorang peserta terhenti sejenak usai menyelesaikan sled push.
Napasnya tersengal, tangan bertumpu di paha, sebelum teriakan “Sedikit lagi!” dari rekannya membuatnya kembali bangkit dan melanjutkan tantangan.
Momen tersebut menjadi gambaran umum dalam AirAsia HYROX Jakarta yang digelar pada 27–28 Juni 2026.
Ajang ini menghadirkan kombinasi unik antara lari dan latihan fungsional yang menguji kekuatan fisik sekaligus ketahanan mental peserta.
HYROX menggabungkan delapan kilometer lari dengan delapan stasiun latihan, mulai dari SkiErg, sled push, hingga wall balls.
Setiap peserta harus menuntaskan pola lari satu kilometer yang diikuti satu tantangan, berulang hingga delapan putaran.
Format tersebut menciptakan pengalaman kompetisi yang intens dan personal. Peserta tidak hanya bersaing dengan waktu, tetapi juga melawan rasa lelah dan batas kemampuan diri.
Namun, suasana di arena menunjukkan bahwa mereka tidak benar-benar sendiri.
Dukungan dari teman, keluarga, hingga komunitas gym terdengar di sepanjang lintasan, menghadirkan energi tambahan bagi para peserta.
Salah satu titik paling emosional terlihat di area wall balls.
Sejumlah peserta harus mengulang repetisi karena bola tidak mencapai target, sebelum akhirnya berhasil menyelesaikan tantangan diiringi sorak penonton.
Brand Ambassador PUMA Indonesia, Ibnu Jamil, turut ambil bagian bersama istrinya, Ririn Ekawati, di kategori Doubles Mixed. “Best partner.
Seni berbagi beban kehidupan. Numpang pacaran di race HYROX Jakarta 2026,” tulisnya usai menyelesaikan lomba.
Kategori doubles menjadi daya tarik tersendiri karena menuntut strategi dan kerja sama.
Peserta harus menentukan pembagian beban, menjaga ritme, serta saling memberi dorongan saat kondisi fisik mulai menurun.