Bukan Musibah Biasa, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Independen Usut Kematian 5 Peserta Latsarmil

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Selasa, 30 Juni 2026 | 15:58 WIB
Bukan Musibah Biasa, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Independen Usut Kematian 5 Peserta Latsarmil
Diklat Manajer Kopdes Merah Putih (Instagram/pusdikkavpussenkav)
baca 10 detik
  • Koalisi Masyarakat Sipil mendesak pemerintah membentuk tim independen guna menginvestigasi kematian lima peserta pelatihan militer SPPI pada Juni 2026.
  • Tragedi tersebut diduga terjadi akibat buruknya perencanaan, lemahnya mitigasi risiko, serta tidak relevannya kurikulum militer bagi calon manajer koperasi.
  • Pemerintah didorong melakukan penyelidikan hukum transparan, mengevaluasi pelibatan militer dalam program sipil, dan memberikan pemulihan kepada keluarga korban.

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil mendesak pemerintah membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kematian lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun 2026 saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang diselenggarakan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil dari DeJure, Bhatara Ibnu Reza, mengatakan peristiwa tersebut tidak dapat dipandang sebagai musibah semata.

Menurutnya, kematian lima peserta dalam waktu berdekatan menunjukkan adanya persoalan serius dalam penyelenggaraan program.

"Peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan yang serius dan tidak dapat direduksi sebagai musibah semata, melainkan harus dipahami sebagai konsekuensi dari kebijakan publik yang bermasalah sejak perencanaan hingga pelaksanaan," kata Bhatara dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Koalisi mengapresiasi langkah Kementerian Pertahanan yang menghentikan program latihan tersebut.

Namun, menurut Bhatara, penghentian program tidak cukup tanpa adanya proses pertanggungjawaban.

"Kendati Kementerian Pertahanan telah menyatakan penghentian terhadap program tersebut, namun harus dipastikan adanya proses akuntabilitas hukum atas jatuhnya korban, sekaligus menjamin adanya akses pemulihan bagi para korbannya," ujarnya.

Karena itu, Koalisi mendesak pemerintah membentuk tim investigasi independen yang bekerja secara transparan dan akuntabel untuk mengungkap penyebab kematian para peserta, termasuk membuka akses terhadap informasi medis serta prosedur pelatihan yang dijalankan.

Selain itu, aparat penegak hukum juga didorong melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kemungkinan adanya kelalaian atau pelanggaran hukum yang mengakibatkan hilangnya nyawa peserta.

baca juga

Bhatara menilai pelaksanaan latihan dasar kemiliteran bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sejak awal tidak memiliki relevansi dengan kompetensi yang dibutuhkan.

"Pengelolaan koperasi pada dasarnya membutuhkan keterampilan kepemimpinan partisipatif, literasi keuangan, tata kelola organisasi yang transparan, serta kemampuan pemberdayaan masyarakat. Seluruh kompetensi tersebut berada dalam ranah pendidikan sipil, bukan militer," katanya.

Koalisi juga menyoroti dugaan lemahnya perencanaan dan mitigasi risiko dalam pelaksanaan program.

Menurut mereka, kematian peserta akibat faktor kesehatan mengindikasikan skrining kesehatan tidak dilakukan secara ketat dan sistem pemantauan kondisi fisik peserta selama pelatihan tidak berjalan optimal.

Lebih jauh, Koalisi menilai pelibatan TNI dalam pembinaan calon manajer koperasi desa berpotensi menyimpang dari mandat TNI sebagai alat pertahanan negara sekaligus menunjukkan kecenderungan meluasnya peran militer ke ranah sipil.

Atas dasar itu, selain meminta investigasi independen, Koalisi mendesak pemerintah menghentikan secara permanen latihan dasar kemiliteran bagi warga sipil yang tidak memiliki relevansi dengan fungsi pertahanan negara, mengevaluasi pelibatan militer dalam program-program sipil, serta memastikan pemulihan yang adil bagi keluarga korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berduka Atas Tewasnya 5 Peserta Latsarmil, Puan Maharani Dukung Kemhan Hapus Materi Militer

Berduka Atas Tewasnya 5 Peserta Latsarmil, Puan Maharani Dukung Kemhan Hapus Materi Militer

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:08 WIB

Latsarmil itu Apa? Diubah Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Latsarmil itu Apa? Diubah Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:13 WIB

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:33 WIB

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:39 WIB

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:24 WIB

Negara Hemat Rp30 Juta Per Orang, TB Hasanuddin Minta Latsarmil Kopdes Dihapus

Negara Hemat Rp30 Juta Per Orang, TB Hasanuddin Minta Latsarmil Kopdes Dihapus

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:08 WIB

Terkini

Day Cream Facetology Apakah Ada SPF-nya? Cek Kandungan dan Peringatan Pemakaian

Day Cream Facetology Apakah Ada SPF-nya? Cek Kandungan dan Peringatan Pemakaian

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:55 WIB

Prediksi Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh Jika John Herdman Ubah Strategi

Prediksi Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh Jika John Herdman Ubah Strategi

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:54 WIB

Lowongan Minta Paket Lengkap, Gaji Paket Hemat: Ada Apa dengan Pasar Kerja?

Lowongan Minta Paket Lengkap, Gaji Paket Hemat: Ada Apa dengan Pasar Kerja?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:50 WIB

Komite IV DPD RI Tuntaskan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota BPK RI

Komite IV DPD RI Tuntaskan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota BPK RI

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:44 WIB

Rekam Jejak Yoseph Jhon Ferry, Pejabat Lapas Cibinong yang Kariernya Disorot DPR

Rekam Jejak Yoseph Jhon Ferry, Pejabat Lapas Cibinong yang Kariernya Disorot DPR

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:43 WIB

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:42 WIB

Pimpinan DPR Temui Perwakilan Buruh, 11 Tuntutan Bakal Dibawa ke Panja RUU Ketenagakerjaan

Pimpinan DPR Temui Perwakilan Buruh, 11 Tuntutan Bakal Dibawa ke Panja RUU Ketenagakerjaan

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:37 WIB

Aksi Demo di DPR: Transjakarta Alihkan 8 Rute via Tol dan Setop Sementara Sejumlah Layanan

Aksi Demo di DPR: Transjakarta Alihkan 8 Rute via Tol dan Setop Sementara Sejumlah Layanan

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:36 WIB

Weton Tertinggi Hari Apa? Begini Cara Menghitung Weton

Weton Tertinggi Hari Apa? Begini Cara Menghitung Weton

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:35 WIB

Media Belanda Ikut Gemes Thom Haye Dikartu Merah

Media Belanda Ikut Gemes Thom Haye Dikartu Merah

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:32 WIB

×