- Amri/Nita kalah dari Feng/Huang pada semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India.
- Pasangan Indonesia tersebut harus puas meraih medali perunggu setelah berjuang selama 97 menit.
- Pencapaian medali perunggu ini diraih pada debut mereka di ajang Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Suara.com - Ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah gagal melangkah ke final setelah kalah dramatis dari pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, pada semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, Sabtu (22/8/2026).
Amri/Nita harus mengakui keunggulan Feng/Huang dalam pertarungan sengit selama 97 menit.
Amri/Nita kalah tipis 22-20, 14-21, 20-22 setelah sempat membawa gim penentuan hingga skor 20-20
Kekalahan tersebut membuat Amri/Nita harus puas dengan medali perunggu. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menembus podium pada Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Nyaris Tumbangkan Nomor Satu Dunia
Amri/Nita sebenarnya memiliki peluang besar untuk menciptakan kejutan.
Setelah merebut gim pertama 22-20, pasangan Indonesia harus kehilangan gim kedua 14-21 dan pertandingan pun ditentukan melalui gim ketiga.
Di gim penentuan, persaingan berlangsung ketat hingga memasuki fase kritis.
Amri/Nita mampu menyamakan kedudukan menjadi 20-20, tetapi dua poin berikutnya menjadi milik Feng/Huang yang akhirnya mengunci kemenangan 22-20.
Perjalanan Amri/Nita sebelumnya juga diwarnai sejumlah kemenangan penting. Pada perempat final, mereka menyingkirkan unggulan ke-11 asal Chinese Taipei, Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang, dengan skor 21-18, 21-9 dalam waktu 35 menit.
Debut Langsung Bawa Medali
Pencapaian Amri/Nita semakin istimewa karena Kejuaraan Dunia BWF 2026 merupakan debut mereka di ajang tersebut. Sebelum semifinal, pasangan ini bahkan sudah memastikan medali setelah lolos ke empat besar.
Amri menyebut komunikasi dan kepercayaan satu sama lain menjadi salah satu kunci perjalanan mereka di New Delhi.
“Komunikasi menjadi kunci keberhasilan kami hari ini, saling percaya satu sama lain, ada yang buat salah tapi tidak saling menyalahkan, kami mencari solusinya bareng-bareng di lapangan,” kata Amri, dikutip dari PBDJARUM.
Amri juga mengakui persiapan menuju Kejuaraan Dunia tidak berjalan mudah.
Namun, kerja keras tersebut akhirnya membawa mereka menembus semifinal dan memastikan medali.
“Target memang dapat medali tapi kami tidak menyangka kami bisa melewati situasi yang bisa dibilang cukup sulit ini,” ujarnya.
Medali perunggu Amri/Nita memastikan Indonesia tetap memiliki wakil di podium Kejuaraan Dunia.
Namun, medali emas masih belum kembali sejak Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi juara dunia pada 2019 di Basel, Swiss.
Saat itu, Ahsan/Hendra mengalahkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada final untuk merebut gelar dunia ketiga mereka sebagai pasangan.
Pada Kejuaraan Dunia 2022 di Tokyo, Ahsan/Hendra kembali mencapai final tetapi harus puas dengan perak setelah dikalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga menyumbangkan perunggu pada edisi tersebut.
Setahun kemudian, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi penyumbang medali Indonesia di Kejuaraan Dunia 2023.
Mereka meraih perak setelah kalah dari pasangan China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di final.