Sukabumi.suara.com - Sepakbola Indonesia kembali berduka. Kerusuhan terjadi antara suporter Arema dengan aparat kepolisian pasca pertandingan Arema FC kontra Persebaya, Sabtu (01/10/22).
Suporter Arema tidak terima timnya kalah oleh rival abadi mereka. Anak asuh Javier roca itu harus kalah dengan skor tipis 3-2.
Setelah laga usai para suporter Arema langsung turun ke lapangan. Seketika itu juga langsung dihadang oleh aparat keamanan.
Hal yang menjadai kesalahan fatal dalam konteks ini adalah penggunaan gas air mata oleh aparat. Dikarenakan hal ini tidak diperbolehkan oleh FIFA menyoal perangkat keamanan.
Total ada 127 orang meninggal dunia dalam peristiwa ini. Dua diantaranya anggota kepolisian dan 34 meninggal dunia di dalam stadion