Sukabumi.suara.com - Viralnya video pembullyan yang dilakukan oleh sekelompok murid SDN 159 OKU, Desa Saung Naga, Kec.Peninjaan, OKU, Sumsel. Pada teman sekelasnya membuat geger warganet.
Pada postingan dari Faceboo @Agho Snage, terlihat dalam video ada sekelompok murid sekolah dasar yang melakukan tindakan pembullyan pada salah satu temannya secara fisik dan verbal, mulai dari mencemooh korban dengan kata-kata yang tidak pantas ,menginjak tas milik korban, menginjak tubuh korban, menendang tubuh korban, menyiram kepala dan tubuh korban dengan minuman, memukul korban, bahkan sampai menginjak kepala korban secara berulang kali dan bergantian melakukannya.
Sontak hal itu membuat warganet geram dan tidak sedikit yang menangis juga kesal setelah melihat video yang viral itu, banyak warganet yang ikut merasakan sakit hati dan khawatir dengan keadaan korban saat ini. Ada beberapa Komentar Warganet yang saya rangkap tentang pembullyan yang dilakukan oleh sekelompok murid sekolah dasar ini
"Hati saya terasa sakit setelah melihat video ini, korban pasti trauma karenanya"
"itu anak-anak SD kurang pendidikan dari orangtuanya apa gimana?"
"Guru nya pada kemana sih? itu kejadian disekolah loh"
"ada provokator tuh pasti"
"Sumpah ya itu kurang ajar, awas saja kalau orangtua atau guru nanti bakalan ngomong 'gapapa, wajar masih anak-anak dan/atau namanya juga anak-anak"
"kurang didikan dari orangtua jadi begini nih" dan masih banyak lagi komentar dari warganet diberbagai platfrom media sosial lainnya yang membahas tentang kasus pembullyan ini.
Baca Juga: Manfaat Memberi Makan Kucing Liar
Tidak ada kata wajar terhadap pembullyan, baik pembullyan secara verbal ataupun fisik karena hal itu dapat membuat korban trauma dengan jangka waktu yang lama bahkan bisa sampai seumur hidup.
Banyak dampak yang akan korban alami seperti halnya tidak bisa tidur, tidak mau makan, tidak mau keluar kamar dan lain sebagainya. Apalagi hal yang dilakukan oleh pelaku pembullyan di dalam video yang beredar tersebut, Korban harus di rangkul dan di ajak bertemu dengan ahli jiwa atau psikiater untuk meminimalisir rasa trauma yang ia alami dan jangan sampai bertemu dengan para pelaku untuk sementara.
Dan untuk para pelaku pembullyan, benar faktanya para pelaku adalah anak dibawah umur dan tidak dapat dipenjarakan namun tetap bisa diproses ke ranah hukum agar dimediasi oleh pihak berwajib. Warganet geram dan berkata sekolahnya-pun harus ikut serta bertanggung jawab atas hal tersebut.
Kurangnya pendidikan juga arahan dari orangtua juga guru adalah sebuah kelalaian yang akan merusak pola pikir anak sehingga anak tidak akan tahu arah yang baik dan salah seperti apa, jika mereka tidak mendapat didikan yang baik dari orangtua, keluarga, guru maka anak akan mempelajari didikan mau yang baik ataupun buruk dari teman-temannya ataupun dari media sosial, ataupun sekitarnya dan anak akan meniru hal tersebut.
Semoga orangtua, keluarga dan guru bisa lebih bertanggung jawab soal mendidik anak dalam beretika dan tata krama dan warganet berharap korban tidak disudutkan dan tetap di jaga kesehatan fisik maupun mentalnya.
STOP DAN CEGAH BULLYING!