sukabumi.com. Cijeruk, 16 Juni 2023 - Lapangan SMAN 1 Cijeruk menjadi saksi dari keseruan dan semangat para peserta dalam perlombaan permainan tradisional Ucing Benteng yang diadakan pada tanggal 13-15 Juni 2023. Acara ini diikuti oleh 4 siswa dari masing-masing 18 kelas, dengan total peserta mencapai 72 orang.
Ketua Pelaksana, Ibu Imas, mengungkapkan kegembiraannya terhadap partisipasi yang aktif dari para peserta. Ia menyampaikan bahwa permainan tradisional Ucing Benteng merupakan bagian dari kearifan lokal yang kaya akan nilai-nilai budaya. Selain menumbuhkan rasa riang dan solidaritas, permainan ini juga membangun kompetisi yang sehat dan kuatkan tubuh, persendian, daya tahan tubuh, serta memberikan manfaat panen vitamin D melalui paparan sinar matahari.
Kepala SMAN 1 Cijeruk, Hj. Ani Rohaeni, S.Pd, M.Pd, juga mengungkapkan pandangannya tentang perlombaan ini. Beliau menyatakan bahwa dalam permainan tradisional Ucing Benteng, terdapat aspek-aspek yang sesuai dengan program Jabar Masagi. Dalam implementasinya, program ini didasarkan pada metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), yang memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung dan berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah.
Permainan tradisional Ucing Benteng menjadi wujud nyata dari upaya mempertahankan kearifan lokal dan menjaga kesehatan siswa. Dengan menggabungkan nilai-nilai budaya dan pendekatan pembelajaran inovatif, kegiatan ini menjadi momen berharga dalam mempromosikan warisan tradisional sambil melibatkan generasi muda dalam menjaga kebugaran fisik dan mental mereka.
![Permainan Ucing Benteng, saling mengejar mempertahankan benteng [Dok. Sutanandika]](https://media.suara.com/suara-partners/sukabumi/thumbs/1200x675/2023/06/14/1-permainan-ucing-benteng2.jpg)
Permainan Ucing Benteng adalah permainan tradisional yang berasal dari Indonesia. Permainan ini telah dimainkan oleh masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu dan memiliki sejarah yang panjang.
Ucing Benteng berasal dari bahasa Sunda. Kata "Ucing" berarti kucing, sedangkan "Benteng" merujuk pada benteng atau tembok.
Permainan Ucing Benteng melibatkan dua tim yang saling berhadapan. Setiap tim memiliki pemain yang saling bergantian bertindak sebagai "Ucing" atau kucing, dan tim lawan bertindak sebagai "Benteng" atau tembok.
Seiring berjalannya waktu, permainan Ucing Benteng telah mengalami variasi dan modifikasi dalam aturan dan bentuknya.
Permainan Ucing Benteng memiliki nilai budaya dan pendidikan yang tinggi. Selain melatih kekompakan dan kerjasama antar anggota tim, permainan ini juga mengembangkan keterampilan fisik seperti kelincahan, keseimbangan, dan kekuatan tubuh. Selain itu, permainan ini juga melatih kesabaran, disiplin, dan strategi dalam merencanakan serangan dan pertahanan.
Baca Juga: Innalillahi, Calon Haji Asal Padang Lawas Utara Meninggal di Asrama Haji Medan
Sebagai permainan tradisional yang terus dilestarikan, Ucing Benteng sering dimainkan dalam berbagai acara budaya, seperti perayaan hari kemerdekaan, festival, atau peringatan tradisional. Permainan ini menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia yang penting dan memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia.