sukabumi.suara.com - Jika manusia yang berumur terbatas terobsesi menjadi makhluk abadi. Maka kebalikannya berlaku bagi vampir berkebangsaan Korea ini. Seon Woo-hyul terobsesi menjadi manusia setelah hidup ribuan tahun.
Drama Korea ini dimulai dengan adegan perburuan Vampir di suatu hutan yang ditutupi oleh salju. Sepasukan manusia suruhan jenderal Shin bersenjata panah perak yang terobsesi untuk hidup abadi memburu sepasang kekasih. Seon Woo-hyul si Vampir pria dan Joo In-Hae. wanita yang memang manusia biasa.
Pertarungan tentunya dapat dengan mudah dimenangkan oleh Seon Woo-hyul yang berubah menjadi vampir. Seperti biasa, mabuk kemenangan adalah kelemahan. Kewaspadaan berkurang sampai kemudian satu panah meluncur mengarah kepada Woo.
![heartbeat scene [suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/sukabumi/thumbs/1200x675/2023/07/01/1-heartbeat.jpg)
Satu anak panah yang disambut dengan badan Joo In-Hae dan menembus jantungnya. Kematian adalah konsekuensinya. Jantung itu pula yang membedakan manusia dengan vampir. Jantung yang berdetak keras jika kita bertemu dengan orang yang dicintai.
Episode satu ini bercerita tentang obsesi seorang vampir yang berumur ribuan tahun agar jantungnya berdetak selayaknya manusia. Jantung yang berdetak adalah janji pertemuan dengan cinta sejati.
Janji yang diucapkan wanita wanita yang menyambut kematian agar cintanya bisa tetap hidup.
Demi membangun pemahaman sebab akibat Drakor ini banyak melakukan flashback. Plotnya mudah dipahami. Bahkan pemilihan kostum dan furniture memudahkan penonton untuk memahami latar waktu adegan-adegan yang digambarkan berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun.
“Apakah kau punya Makgeolli ?” tanya si Kucing berumur seribu tahun. Ko Yang-Nam yang akhirnya memberi nasihat kepada Woo-hyul untuk tidur dalam peti mati yang terbuat dari kayu Hawthorn selama 100 tahun. Kayu yang sama berbahayanya dengan perak bagi vampire.
![Heartbeat_(South_Korean_TV_series) [suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/sukabumi/thumbs/1200x675/2023/07/01/1-heartbeat-south-korean-tv-series.png)
Bukankah menyenangkan menikmati film dengan kualitas pencahayaan, angle dan teknik pengambilan gambar yang ciamik. Menyusuri adegan-demi adegan seolah kita menjadi penjelajah waktu.
Baca Juga: Jabar Masagi SMAN 1 Cijeruk Ngejo Parab Awak, Ngaji Parab Rasa, Nguji Parab Diri
Pengamat bagi sepi dan hampa jantung si vampir yang menyusuri jejak waktu agar menemukan tanda cinta sejati. Tapi apa jadinya jika kau dibangunkan 100 tahun kurang 1 hari ?.
Tanda petanda yang disampaikan oleh Ferdinand de Saussure. Di dalam bukunya yang berjudul "Kajian Linguistik", ia menjelaskan bahwa suatu tanda tidak hanya ada dalam bentuk citra bunyi, tetapi juga dalam bentuk pemahaman.
Maka dari itu, ia membagi tanda menjadi dua komponen, yaitu penanda (atau "citra bunyi") dan petanda (atau "pemahaman"). Menurut Hjelmslev, penanda merupakan sesuatu yang bersifat materialistik (yang bisa diinderakan), sementara petanda adalah konsep pikiran.
Ini bukan kisah perjalanan pendeta Xuan Zang ke barat untuk mencari kitab suci. Ini adalah perjalan seorang vampir mencari cintanya. Rating 4,1 persen dari Nielsen Korea menjadikannya perlu untuk ditonton pecintanya dan dipertimbangkan oleh penikmat film.