Jabar Masagi SMAN 1 Cijeruk Ngejo Parab Awak, Ngaji Parab Rasa, Nguji Parab Diri

Sukabumi Suara.Com
Kamis, 15 Juni 2023 | 11:12 WIB
Jabar Masagi SMAN 1 Cijeruk Ngejo Parab Awak, Ngaji Parab Rasa,  Nguji Parab Diri
Sambal hitam rasa menikam (Dok. Sutanandika)

Sukabumi.suara.com Bogor 15/6/2023 Hari ini lapangan SMAN 1 Cijeruk semakin meriah dengan berdirinya berbagai stand dan tenda. setelah hampir satu minggu berbagai permainan tradisional Sunda digelar. 

Hari ini, berbagai stand berisi makanan dan penganan tradisonal Sunda terhampar. Dalam prosesnya kegiatan ini memiliki konseptual bahwa makanan adalah sesuatu yang penting. 

“Ngejo Parab Awak, Ngaji Parab Ahlak,  Nguji Parab Rasa.” Pangan adalah hal dasar yang mesti dipenuhi agar kebutuhan biologis terpenuhi. 

Ngaji parab rasa, ngaji tidak diartikan hanya membaca kitab suci. Riset dan penelitian pun merupakan kajian. kajian adalah makanan untuk tumbuhnya rasa-rasa sosial, sebab nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama dan kebudayaan lebih dekat dengan rasa-rasa kebaikan. Empati, solidaritas, hormat, dan lain sebagainya. 

Penganan Ongol-ongol [Dok. Sutanandika]
Penganan Ongol-ongol (sumber: Dok. Sutanandika)

Nguji parab diri. Diterjemahkan bahwa semua proses yang dilakukan harus dievalusi. Evaluasi yang terbaik adalah uji diri atau yang lebih dikenal dengan istilah self assessment.  Jabar masagi adalah konsep manusia yang mengenali dirinya sendiri, sebelum diuji orang lain dia bisa terlebih dahulu mawas diri. 

Membuat makanan tradisional tidak hanya dipandang sebagai aktivitas memenuhi kebutuhan biologis, tapi diartikan sebagai proses menumbuhkan rasa. Mempelajari sejarah dan filosofis makanan. 

Nasi Oncom [Dok. Sutanandika]
Nasi Oncom (sumber: Dok. Sutanandika)

Kemudian memahami konsep rasa, bentuk, warna dan proses sebagai bentuk kearifan lokal. Makanan diproses bukan hanya untuk memudahkan tubuh mencerna makanan, namun juga menambah cita rasa, mengawetkan, bahkan lebih jauhnya bernilai keagamaan atau religi. 

Memasak secara bersama-sama adalah proses pendidikan pewarisan ilmu pengetahuan dan keterampilan dari yang lebih tua kepada yang muda, dari yang berilmu kepada yang tuna. 

Memasak bersama adalah kerja-kerja komunal. Proses dimana setiap individu bisa menempatkan dirinya sesuai dengan kemampuannya. apakah sebagai inisiator, penggerak, pelaksana dan kepemimpinan tentunya. 

Baca Juga: Inge Anugrah Selingkuh dengan Eks Anggota Boyband Smash Rafael Tan? Mereka Suka Bikin Konten Bareng

Olahan Singkong dan Gula Aren [Dok Sutanandika]
Olahan Singkong dan Gula Aren (sumber: Dok Sutanandika)

Individu yang bekerjasama adalah kelompok masyarakat. Tentunya nilai-nilai kearifan lokal tersebut yang bisa diangkat dari proses memasak bersama. 

Proses berikutnya adalah menghidangkan. Menghidangkan adalah proses sebelum makanan dikonsumsi. Kita belajar dan mempraktekan seni rupa. susunan makanan adalah seni komposisi, warna, dan bentuk. Otak akan menilai terlebih dahulu penempatan makanan dan hidangan yang ditampilkan, komposisi warna baik hijau, merah, emas, dan lainnya akan menimbulkan kesan tertentu. 

para siswa belajar dan mempraktekkan bagaimana komposisi tersebut terjadi di stand-stand yang mereka jaga. Menjaga penampilan diri yang baik dengan mengenakan pakaian yang sesuai dengan adat dan norma.

Comro [Dok. Sutanandika]
Comro (sumber: Dok. Sutanandika)

Selain pakaian juga dipraktikan bagaimana menyapa calon konsumen atau mereka yang sekedar melihat-lihat. Kecerdasan komunikasi merupakan salah satu modal dasar yang penting diabad ini. Walaupun e commerce sudah menjadi platform bisnis saat ini. Namun kita lihat bahwa ujung tombak berbagai emart baik itu shopee, tokopedia, tiktok dll adalah live mart. Proses dimana para penjual live dan menyapa para calon konsumen. 

Tata Kelola Stan Makanan [Dok. Sutanandika]
Tata Kelola Stan Makanan (sumber: Dok. Sutanandika)

Pada proses tersebut terlihat beberapa siswa yang tidak menonjol dalam mata pelajaran. Ternyata memiliki kemampuan komunikasi dan marketing yang baik. Mungkin ini salah satu premis bahwa yang nilainya tidak terlalu baik dalam pembelajaran tapi mereka sukses dalam kehidupan. 

Sejatinya tidak pernah ada pengetahuan dan keterampilan yang sia-sia dalam proses pendidikan. Hanya saja prosesnya bergeser dari pasar ke media sosial dan pasar elektronik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI