sukabumi

Miris !! KPAI Sebutkan 316 Kasus Anak Pemilik Konten Pornografi

Sukabumi Suara.Com
Minggu, 06 Agustus 2023 | 22:16 WIB
Miris !! KPAI Sebutkan 316 Kasus Anak Pemilik Konten Pornografi
Ilustrasi anak berpose sensual (Brus!/flickr)

Sukabumi.suara.com - Anak-anak Indonesia hingga saat ini cukup serius menghadapi berbagai permasalahan di ranah digital, terutama dengan semakin meluasnya penggunaan teknologi dan internet di masyarakat.

Pada periode 2017-2019, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan bahwa sekira ada 1.940 kasus pengaduan anak atas pornografi dan kejahatan siber. 

Yang mencengangkan, 426 kasus di antaranya adalah laporan atas anak sebagai korban porno grafi di media sosial. Bahkan 316 kasus menyebut anak sebagai pemilik atau penyebar media pornografi.

Data KPAI tentang permasalahan anak di ruang digital periode 2017-2019 [Naradata]
Data KPAI tentang permasalahan anak di ruang digital periode 2017-2019 (sumber: Naradata)

Jika ditelusur lebih jauh, beberapa permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak Indonesia dalam ranah digital antara lain:

1. Keamanan dan privasi

Anak-anak sering kali tidak menyadari risiko yang terkait dengan berbagi informasi pribadi dan foto di platform digital. Hal ini dapat mengakibatkan eksploitasi dan penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Konten yang tidak sesuai

Anak-anak bisa terpapar oleh konten yang tidak sesuai untuk usia mereka di internet, termasuk konten kekerasan, pornografi, dan kebencian. Hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan emosi dan sosial mereka.

3. Perundungan atau Cyberbullying

Baca Juga: Penampilan Sang Anak Dianggap Terlalu Dewasa, Nia Ramadhani: Biarin Aja

Anak-anak dapat menjadi korban atau pelaku tindakan perundungan (bullying) di dunia maya. Cyberbullying dapat menyebabkan trauma psikologis dan mengganggu kesehatan mental anak-anak.

4. Kecanduan media sosial dan game online

Anak-anak dapat mengalami kecanduan dalam menggunakan media sosial dan bermain game online, yang dapat mengganggu pola tidur, produktivitas, dan kesehatan mental mereka.

5. Penggunaan yang tidak bijaksana

Anak-anak seringkali kurang memiliki pengetahuan tentang etika digital dan akibat dari tindakan mereka di dunia maya. Mereka dapat melakukan perilaku online yang tidak baik tanpa menyadari konsekuensinya.

6. Overexposure pada teknologi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI