Suara Sumatera - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dituding membentangkan bendera LGBT. Tuduhan itu muncul gara-gara foto ganjar membentangkan kain berwarni-warni.
Tuduhan itu berawal dari sebuah unggahan Twitter yang menunjukkan gambar Ganjar Pranowo disandingkan dengan atlet bulu tangkis Jonathan Christie.
Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa Ganjar Pranowo sedang membentangkan bendera LGBT. Unggahan itu dibagikan oleh akun Twitter @/Mars_Sahsa.
"Juara yang satu ini sok NKRI tapi acungkan sal bendera LGBT. Bukan pakai bendera Merah Putih sepert juara lainnya yang bangga dengan bendera Indonesia. LGBT sok NKRI....NKRI TULEN......" begitu bunyi narasi yang beredar.
![Ganjar Pranowo dituding bentangkan bendera LGBT [Istimewa]](https://media.suara.com/suara-partners/sumatera/thumbs/1200x675/2022/12/08/1-keekeke.jpg)
Ganjar Pranowo terlihat tengah membentangkan kain warna-warni, sementara Jonathan Christie sedang merayakan kemenangannya dengan membentangkan bendera Merah Putih.
Benarkah Ganjar Pranowo bentangkan bendera LGBT?
Mengutip dari penjelasan Instagram @turnbackhoaxid, dalam foto tersebut kain yang dibentangkan Ganjar Pranowo bukanlah kain pelangi yang selama ini dijadikan simbol oleh LGBTQ.
Ganjar Pranowo membentangkan kain ulos berwarna-warni di acara Bank Jateng Friendship Run Borobudur Marathon 2022 di Medan Sumatera Utara.
Dalam momen itu, Ganjar berlari sambil mengangkat kain ulos hasil pemberian salah satu warga.
Kesimpulan
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa narasi Ganjar Pranowo membentangkan bendera LGBT adalah salah. Unggahan itu termasuk dalam konten menyesatkan dalam kategori hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].