Di awal kariernya, Axton menjadi Brand Manager PT Indofood Fritolay Makmur. Kemudian dia ditunjuk menjadi Assistant CEO Indofood.
Di tahun 2007, Axton Salim merupakan direktur non-eksekutif di Indofood Agri Resources dan menjabat sebagai komisaris PT Salim Ivomas Pratama Tbk.
Axton Salim juga merupakan seorang komisaris di perusahaan perkebunan London-Sumatera bernama PT Lonsum sejak 2009 lalu.
Pada tahun yang sama, Axton Salim dipercaya sebagai Direktur Indofood berdasarkan keputusan RUPST pada 2009 dengan pengangkatan kembali terakhir pada 2018.
Axton Salim juga mulai berbisnis start-up bernama Block71. Start-up ini dirilis pertama kali di Singapura dan mulai memperbanyak cabang di negara-negara lain, seperti di Indonesia, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
2. Latar Belakang Pendidikan
Reino Barack dan Axton Salim sama-sama lulusan dari luar negeri.
Reino merupakan lulusan dari jurusan International Finance dan International Economics di American University Paris, Prancis.
Reino Barack memiliki pengalaman kerjanya di luar negeri. Ia pernah bekerja sebagai equity officer di Merrill Lynch Tokyo.
Baca Juga: 3 Alasan PSSI Harus Pertahankan Shin Tae-yong meski Gagal di Piala AFF 2022
Sementara Axton Salim lulusan Universitas Colorado, Amerika Serikat, jurusan Science Business pada 2002.
Axton Salim memulai pengalaman kerja di sebuah perusahaan keuangan bidang invesitasi bernama Credit Suisse, Singapura.
3. Kekayaan
Kekayaan Reino Barack dan Axton Salim memang tidak tercatat secara pasti. Namun jumlah kekayaan keduanya bisa dilihat dari performa perusahaan yang dikelola keduanya.
Reino Barack misalnya yang meneruskan bisnis ayahnya di Plaza Indonesia. PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) meraih pendapatan Rp781,87 miliar pada kuartal III 2022. Raihan pendapatan perseroan itu naik 26,24% dari sebelumnya sebesar Rp619,32 miliar.
Namun, laba PLIN turun 25,46% menjadi Rp282,42 miliar hingga kuartal III 2022. Pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar, perusahaan memperoleh pendapatan Rp378,93 miliar.