Suara Sumatera - Perayaan HUT PDIP ke 50 menjadi momen Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan garis politiknya. Dalam pidato politiknya, ia terang-terangan menyinggung isu wacana pemilihan Presiden selama tiga periode.
Penyampaian tersebut diutarakannya di hadapan Presiden Joko Widodo yang hadir pada momen ulangtahun PDIP berusia emas tersebut.
Mega-sebutan Megawati Soekarnoputri secara blak-blakan tidak menghendaki adanya isu presiden Jokowi tiga periode.
Ia pun menambahkan jika selama ini ia susah payah untuk menjalankan Republik ini selama berpuluh-puluh tahun.
"Mungkin saya sudah ada di awang-awang. kalau kita berpegang pancasila, lalu turun ke UUD 45, kita sepakat jika kalau sudah ada pemilu, mbok yo sudah dijalankan dengan baik," ucapnya.
"Kalau sudah dua kali ya maaf, ya dua kali saja, Pak Jokowi kalau gak pinter ngapain saya jadiin," tegasnya.
"Susah payah loh kita ini menjalankan agar republik ini utuh, kedua jika memang sudah memutuskan bersama ya sudah, ayo jalan," ucapnya.
Presiden Jokowi setelahnya memuji keputusan Ketum PDIP yang belum mengumumkan Capres meski memiliki peluang mengusung sendiri pada Pilpres 2024. "Saya menanggapi apa yang disampaikan Ibu Megawati," kata Jokowi memuji Ketum PDIP tersebut.
Disinggung oleh pernyataan tersebut diarahkan kepada pihak tertentu, Jokowi lagi-lagi berusaha sangat berhati-hati bersikap.
Baca Juga: Erick Thohir Disebut Jadi Simbol Pemimpin Sukses Masa Depan Bangsa
"Saya itu kan menyampaikan itu menanggapi apa yang disampaikan Ibu Megawati," katanya.
Jokowi menjelaskan bahwa dia hanya memuji Megawati dalam urusan capres sangat hati-hati dengan sangat penuh perhitungan.