Suara Sumatera - Kabar yang menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot enam menterinya sekaligus, beredar di media sosial. Pencopotan itu kabarnya untuk membersihkan kabinet dari pengkhianat.
Informasi tersebut berawal dari video yang diunggah sebuah akun Facebook pada 27 Desember 2022.
![Hoaks Enam Menteri Dicopot Jokowi Demi Bersihkan Pengkhianat [Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/sumatera/thumbs/1200x675/2023/01/12/1-cek-fakta-enam-menteri-dicopot-jokowi-demi-bersihkan-pengkhianat-benarkah.jpg)
Dalam video yang beredar, tampak sampul dan judul yang menarasikan bahwa Jokowi tengah bersih-bersih kabinet dari pengkhianat dengan mencopot enam menteri sekaligus.
"ENAM MENTERI DICOPOT JOKOWI BERSIHKAN KABINET DARI PENGKHIANAT" begitu narasi yang beredar.
Benarkah kabar tersebut?
Dari penelusuran Cek Fakta Suara.com, sampul dan judul dalam video tersebut tidak sesuai dengan narasi dalam video. Pada isi video tak menjelaskan informasi bahwa Presiden Jokowi membersihkan kabinet dari pengkhianat dengan mencopot enam menteri.
Isi video berbeda dengan judul dan sampul yang justru hanya membahas tentang enam menteri yang sudah di-reshuffle selama periode kedua.
Pada video tersebut, narator hanya membacakan berita dari artikel Tribunnews.com yang berjudul "Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat, Ini Daftar 6 Menteri yang Dicopot Jokowi di Periode Kedua", terbit pada 26 Desember 2022.
Diketaui sebelumnya, isu reshuffle kabinet memang sudah berembus. Namun hingga berita ini diterbitkan, Jokowi belum mengumumkan kapan bakal terjadi kocok ulang kabinet tersebut.
Baca Juga: Batal Jadi Cawapres, Terungkap Alasan Jokowi Tak Mau Pilih Mahfud MD
Kesimpulan
Melalui berbagai penejlasan di atas, maka informasi yang menyatakan bahwa Jokowi mencopot enam menteri sekaligus adalah salah.
Video tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].