Suara Sumatera - Narasi dalam pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI-P, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023), masih menjadi perbincangan publik.
Banyak kode-kode atau isyarat yang diumbar Megawati. Selain itu, Megawati juga menggoda Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan ragam candaan yang kadang terkesan menyindir.
Salah satunya ketika Megawati membahas tentang program stunting yang diusung oleh PDIP. "E PDI Perjuangan menggalakkan stunting, mbok aku dikasih bintang," sindir Megawati yang dibalas senyum oleh Jokowi.
"Pak Jokowi tuh suka ngono (gitu), mentang-mentang padahal kalau Pak Jokowi enggak ada PDI Perjuangan kasihan loh. Udah legal formal loh beliau jadi presiden kan diikuti terus sama saya aturan mainnya," imbuhnya.
Di lain hal, pegiat media sosial Lukam Simanjuntak menganggap candaan Megawati bentuk konsistensi sikap Ketua Umum PDIP itu kepada Jokowi.
![Ilustrasi Jokowi dan Megawati [Suara.com/Bagaskara]](https://media.suara.com/suara-partners/sumatera/thumbs/1200x675/2022/12/29/1-presiden-ri-joko-widodo-atau-jokowi-menghadiri-secara-langsung-acara-pembukaan-rapat-kerja-nasional-atau-rakernas-ke-2-pdi-perjuangan-di-sekolah-partai-pdip-lenteng-agung-jakarta-selatan-selasa-2162022-suaracombagaskara.jpg)
Menurutnya, Megawati memperlakukan Jokowi sebagai petugas partai. "Menurut saya sih Mega benar-benar konsisten perlakukan Jokowi sebagai petugas partai dalam acara HUT PDIP ke-50," tulis Lukman di akun Twitetrnya pada Selasa (10/1/2023).
"Jabatan sebagai presiden enggak halangi Mega untuk mempermalukan Jokowi," katanya dikutip dari Suara.com.
Cuitan Lukman tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Meletakkan lembaga presiden di bawah partai salah satu penyebab kemrosotan etika politik di negeri ini," komentar warganet.
"Kasihan, kepala negara dipermalukan. Walaupun saya bukan pendukung Pak Jokowi. Lihat senyumnya enggak tega, dipermalukan di depan banyak orang. Kok tega ya mempermalukan orang begitu," tambah warganet lain.
"Ingat ya, Pak Jokowi itu petugas partai. Jadi harus setia pada partai," imbuh lainnya.
"Ini adalah balasan acara deklarasi di GBK karena Jokowi nyindir soal uban, kerutan, sama ruangan ber-AC," tulis warganet di kolom komentar.
"Saya mah salut sama PDIP dalam hal ini, tidak ada yg merasa lebih hebat dari partainya itu baru bener, karena seyogyanya partai tempat melahirkan kader dan ingat lho ini dalam acara partai bukan acara negara," timpal lainnya.